Dewi KAJII Gandeng TVRI Yogyakarta sebagai Media Partner DKCF 2026, Gaungkan Potensi Kadisoro Lewat Program Angkringan

17 September 2026
Administrator
Dibaca 4 Kali
Dewi KAJII Gandeng TVRI Yogyakarta sebagai Media Partner DKCF 2026, Gaungkan Potensi Kadisoro Lewat Program Angkringan

 

BANTUL – Upaya memperluas pengenalan potensi Desa Wisata Kadisoro Nyawiji (Dewi KAJII), Kalurahan Gilangharjo, Kapanewon Pandak, Bantul, terus dilakukan melalui berbagai saluran publikasi. Menjelang pelaksanaan Desa Kadisoro Culture Festival (DKCF) 2026, Dewi KAJII menggandeng TVRI Stasiun D.I. Yogyakarta sebagai media partner untuk memperkuat publikasi sekaligus memperkenalkan potensi wisata dan budaya Kadisoro kepada masyarakat yang lebih luas.

Kemitraan tersebut ditindaklanjuti dengan keterlibatan perwakilan Dewi KAJII dan panitia pelaksana DKCF 2026 dalam program Angkringan TVRI Yogyakarta. Program tersebut menjadi salah satu ruang bagi pengelola desa wisata untuk menyampaikan secara langsung berbagai informasi mengenai potensi Kadisoro, program pengembangan wisata, serta agenda kebudayaan yang tengah dipersiapkan.

Menindaklanjuti hal tersebut, kegiatan pengambilan gambar dilaksanakan pada Rabu, 16 September 2026, di Studio 1 TVRI Yogyakarta. Dalam kesempatan tersebut, Gema Ramadhan hadir bersama perwakilan panitia pelaksana DKCF 2026 dan dua rekan lainnya untuk mengikuti sesi program Angkringan.

Melalui program tersebut, Desa Wisata Kajii memperoleh kesempatan untuk memaparkan berbagai hal mengenai keberadaan dan pengembangan desa wisata, mulai dari tujuan, program kerja, potensi wisata, hingga aktivitas masyarakat yang menjadi bagian dari kekuatan Kadisoro.

Tidak hanya memperkenalkan destinasi, kehadiran Dewi KAJII dalam program televisi tersebut juga menjadi momentum untuk mengangkat cerita mengenai masyarakat yang berada di balik pengembangan wisata. Berbagai potensi lokal seperti seni budaya, kuliner, kreativitas masyarakat, produk ekonomi kreatif, serta aktivitas wisata berbasis masyarakat menjadi bagian dari kekayaan yang dapat diperkenalkan kepada publik.

Program Angkringan TVRI sendiri dikemas sebagai program hiburan dengan konsep komedi dan interaktif. Meski mengedepankan suasana yang ringan dan menghibur, program tersebut juga memberikan ruang bagi penyampaian informasi dan edukasi publik dengan menghadirkan berbagai narasumber serta tema yang dekat dengan kehidupan masyarakat.

Format tersebut memberikan kesempatan bagi Dewi KAJII untuk memperkenalkan Kadisoro melalui pendekatan yang lebih santai. Informasi mengenai desa wisata dan DKCF 2026 dapat disampaikan tidak sekadar dalam bentuk pengumuman kegiatan, tetapi melalui cerita mengenai potensi, aktivitas, dan masyarakat yang menjadi bagian dari perjalanan pengembangan Desa Wisata Kadisoro Nyawiji.

Bagi Dewi KAJII, kerja sama dengan TVRI Yogyakarta menjadi bagian dari strategi memperluas jangkauan promosi. Publikasi melalui media televisi diharapkan dapat membantu memperkenalkan Kadisoro kepada masyarakat di luar wilayah Bantul dan Yogyakarta, sekaligus membuka peluang semakin dikenalnya potensi wisata dan budaya yang dimiliki.

Kemitraan tersebut juga memiliki keterkaitan erat dengan persiapan Desa Kadisoro Culture Festival (DKCF) 2026. Festival ini diproyeksikan menjadi salah satu ruang untuk menampilkan kekayaan budaya dan kreativitas masyarakat Kadisoro sekaligus memperkuat identitas desa wisata.

Dengan menggandeng TVRI sebagai media partner, informasi mengenai DKCF 2026 diharapkan dapat disebarluaskan melalui jaringan publikasi yang lebih luas. Kehadiran media partner juga menjadi bentuk sinergi antara pengelola desa wisata, panitia kegiatan, masyarakat, dan media dalam mendukung pengembangan pariwisata berbasis masyarakat.

Ketua Desa Wisata Kajii, Muhammad Gema Ramadhan, bersama tim dan panitia DKCF 2026 pun memanfaatkan momentum tersebut untuk menyampaikan bahwa potensi wisata Kadisoro tidak berdiri sendiri. Di dalamnya terdapat keterlibatan masyarakat, pelaku seni dan budaya, pemuda, pelaku usaha, hingga berbagai kelompok yang secara bersama-sama membangun aktivitas wisata di tingkat lokal.

Langkah promosi melalui Angkringan TVRI Yogyakarta diharapkan menjadi salah satu pintu untuk membawa cerita Kadisoro kepada khalayak yang lebih luas. Dari sebuah desa wisata di Kalurahan Gilangharjo, berbagai potensi lokal tersebut diperkenalkan melalui layar televisi sebagai bagian dari upaya membangun jejaring promosi sekaligus memperkuat keberadaan Dewi KAJII sebagai desa wisata berbasis potensi masyarakat dan budaya lokal.

Kolaborasi ini sekaligus menjadi bagian dari persiapan menuju DKCF 2026. Dengan semakin luasnya publikasi, Dewi KAJII berharap masyarakat tidak hanya mengenal Kadisoro sebagai lokasi pelaksanaan festival, tetapi juga memahami berbagai potensi wisata, budaya, kreativitas, dan kehidupan masyarakat yang menjadi kekuatan utama Desa Wisata Kadisoro Nyawiji.