Temu Akbar dan Pemilihan Duta KWT Kabupaten Bantul 2026 Gelorakan Kemandirian Pangan Keluarga

16 September 2026
Administrator
Dibaca 3 Kali
Temu Akbar dan Pemilihan Duta KWT Kabupaten Bantul 2026 Gelorakan Kemandirian Pangan Keluarga

GILANGHARJO – Asosiasi Kelompok Wanita Tani (KWT) “Projo Wanita Mukti” bekerja sama dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bantul menggelar Temu Akbar dan Pemilihan Duta KWT Kabupaten Bantul Periode 2026 di Kalurahan Gilangharjo, Kapanewon Pandak, Rabu (16/9/2026).

Mengusung tema “Membangun Kemandirian Pangan Keluarga melalui Pemberdayaan Wanita Tani”, kegiatan tersebut menjadi ruang pertemuan sekaligus ajang penguatan peran Kelompok Wanita Tani dalam mendukung ketahanan pangan keluarga dan masyarakat. Kegiatan juga menjadi momentum untuk mendorong perempuan agar semakin aktif dalam pengembangan sektor pertanian di wilayah masing-masing.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pengukuhan Pengurus Asosiasi KWT Kapanewon Pandak oleh Panewu Pandak, Nanang Dwi Atmoko, S.Sos. Pengukuhan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kelembagaan KWT di tingkat kapanewon sekaligus membangun koordinasi antarkelompok dalam menjalankan berbagai program pemberdayaan perempuan dan ketahanan pangan.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Asosiasi KWT Projo Wanita Mukti, Fitri Syamsiyah, AMK, Kepala DKPP Kabupaten Bantul, Joko Waluyo, S.Pt., M.Si., serta Pembina Asosiasi KWT, Hj. Emi Masruroh, M.Pd. Kehadiran unsur pemerintah dan pengurus asosiasi menunjukkan dukungan terhadap keberadaan KWT sebagai salah satu kelompok masyarakat yang berperan dalam pengembangan ketahanan pangan berbasis keluarga.

Selain menjadi forum temu akbar, kegiatan juga menjadi puncak rangkaian Pemilihan Duta KWT Kabupaten Bantul Periode 2026. Para finalis mengikuti sejumlah tahapan penilaian untuk menunjukkan pengetahuan, gagasan, serta komitmen mereka terhadap pengembangan sektor pertanian dan pemberdayaan wanita tani.

Pada sesi pertama, para finalis memaparkan visi dan misi masing-masing. Dalam tahapan tersebut, kandidat diberikan kesempatan untuk menyampaikan gagasan serta program yang akan dilakukan dalam mendorong kemajuan KWT, khususnya dalam bidang pertanian, ketahanan pangan keluarga, dan pemberdayaan perempuan.

Tahapan berikutnya dilanjutkan dengan sesi tanya jawab bersama dewan juri. Melalui sesi tersebut, para kandidat diuji mengenai wawasan dan pemahaman mereka terhadap berbagai persoalan pertanian, ketahanan pangan, pengelolaan KWT, hingga kemampuan melihat potensi pengembangan kegiatan pertanian di lingkungan masing-masing.

Penilaian tersebut menjadi bagian penting dalam menentukan sosok yang nantinya dipercaya sebagai Duta KWT Kabupaten Bantul. Duta terpilih diharapkan tidak hanya memiliki pengetahuan mengenai pertanian, tetapi juga mampu menjadi representasi dan penggerak kegiatan KWT di tengah masyarakat.

Proses pemilihan Duta KWT Kabupaten Bantul sendiri telah berlangsung melalui beberapa tahapan sejak Juni 2026. Rangkaian seleksi diawali dengan kegiatan sosialisasi, kemudian dilanjutkan dengan pengiriman dan pemeriksaan berkas peserta pada Juli hingga Agustus sebelum memasuki tahapan final pada September.

Peserta yang mengikuti proses pemilihan merupakan anggota aktif KWT berusia 18 hingga 55 tahun yang terdaftar secara resmi serta aktif dalam kegiatan kelompok dan pengembangan potensi di wilayahnya. Para kandidat juga dituntut memiliki pemahaman mengenai program pertanian dan ketahanan pangan serta mempunyai komitmen untuk bersinergi dengan Asosiasi KWT dan DKPP Kabupaten Bantul.

Selain kemampuan dalam bidang pertanian, aktivitas dan kreativitas peserta dalam memanfaatkan media sosial juga menjadi bagian dari kriteria yang diperhatikan. Para kandidat didorong untuk aktif mendokumentasikan dan membagikan berbagai kegiatan pertanian, termasuk pengembangan demplot atau lahan percontohan, sehingga praktik-praktik baik yang dilakukan KWT dapat dikenal dan menjadi inspirasi bagi masyarakat lebih luas.

Memasuki puncak acara, kegiatan dilanjutkan dengan pengumuman hasil pemilihan Duta KWT Kabupaten Bantul Periode 2026. Prosesi tersebut ditandai dengan penyerahan mahkota atau tiara serta penghargaan kepada peserta yang terpilih sebagai Duta KWT Kabupaten Bantul.

Melalui penyelenggaraan Temu Akbar dan Pemilihan Duta KWT tersebut, keberadaan KWT diharapkan semakin berkembang sebagai wadah pemberdayaan perempuan sekaligus bagian dari gerakan membangun ketahanan pangan berbasis keluarga.

Duta KWT yang terpilih nantinya diharapkan mampu menjadi inspirator sekaligus penggerak bagi wanita tani lainnya untuk terus mengembangkan inovasi di bidang pertanian. Peran tersebut mencakup penguatan kegiatan produksi pangan keluarga, pemanfaatan lahan, pengembangan produk pertanian, serta peningkatan kepedulian terhadap lingkungan.

Dengan semangat pemberdayaan wanita tani, kegiatan ini sekaligus menegaskan bahwa upaya membangun kemandirian pangan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan masyarakat, termasuk perempuan yang selama ini menjadi bagian penting dalam pengelolaan pangan di tingkat keluarga.

Melalui penguatan kelembagaan, peningkatan kapasitas, dan kolaborasi antara KWT dengan pemerintah daerah, gerakan wanita tani di Kabupaten Bantul diharapkan terus tumbuh dan memberikan kontribusi nyata terhadap terwujudnya keluarga yang mandiri pangan serta masyarakat yang semakin sejahtera.