Stand Kapanewon Pandak Ramai Dikunjungi Pelajar, Keris dan Blangkon Jadi Daya Tarik Edukasi Budaya

07 Agustus 2026
Administrator
Dibaca 3 Kali
Stand Kapanewon Pandak Ramai Dikunjungi Pelajar, Keris dan Blangkon Jadi Daya Tarik Edukasi Budaya

Bantul – Stand Kapanewon Pandak dalam gelaran Bantul Creative Expo (BCE) 2026 di Stadion Sultan Agung, Bantul, tidak hanya menjadi ruang promosi produk UMKM dan ekonomi kreatif, tetapi juga menjadi salah satu titik kunjungan masyarakat dan pelajar yang ingin mengenal lebih dekat potensi budaya serta kerajinan tradisional yang berkembang di wilayah Kapanewon Pandak.

Keramaian terlihat di area stand yang diikuti oleh empat kalurahan di Kapanewon Pandak, termasuk Kalurahan Gilangharjo. Sejumlah pelajar dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari Taman Kanak-Kanak (TK), SD, SMP, hingga SMK dari berbagai sekolah di Kabupaten Bantul datang berkunjung. Mereka tidak sekadar melihat berbagai produk yang dipamerkan, tetapi juga menelisik lebih jauh mengenai proses pembuatan kerajinan tradisional, khususnya keris dan blangkon.

Kehadiran para pelajar tersebut menciptakan suasana tersendiri di Stand Kapanewon Pandak. Rasa ingin tahu terlihat ketika mereka mendapatkan penjelasan mengenai berbagai tahapan pembuatan keris maupun blangkon, mulai dari bahan yang digunakan, proses pengerjaan, hingga nilai budaya yang melekat pada kedua produk tersebut.

Bagi sebagian pelajar, pengalaman tersebut menjadi kesempatan untuk memperoleh pengetahuan secara langsung mengenai warisan budaya yang selama ini mungkin hanya mereka kenal melalui buku pelajaran, cerita dari orang tua, maupun media digital. Interaksi langsung dengan pelaku budaya dan perajin membuat proses pembelajaran menjadi lebih kontekstual dan menarik.

Keris, misalnya, tidak hanya dipandang sebagai sebuah benda pusaka atau hasil kerajinan, tetapi memiliki perjalanan sejarah, filosofi, simbol, serta keterampilan khusus dalam proses pembuatannya. Demikian pula dengan blangkon yang tidak sekadar menjadi pelengkap busana tradisional Jawa, tetapi juga memiliki bentuk, karakter, dan nilai budaya yang berkembang di tengah masyarakat.

Ketertarikan pelajar terhadap proses pembuatan keris dan blangkon menunjukkan bahwa ruang pameran seperti Bantul Creative Expo dapat menjadi sarana edukasi budaya yang mempertemukan generasi muda dengan para pelaku tradisi secara langsung.

Di sisi lain, keikutsertaan UMKM Kalurahan Gilangharjo dalam BCE 2026 menjadi momentum penting untuk memperkenalkan berbagai potensi ekonomi dan budaya yang dimiliki masyarakat kepada khalayak yang lebih luas. Gilangharjo bergabung bersama tiga kalurahan lainnya dalam Stand Kapanewon Pandak, membawa beragam produk unggulan hasil kreativitas masyarakat.

Berbagai produk yang ditampilkan meliputi kuliner khas, makanan olahan, minuman tradisional, kerajinan, produk fesyen, hingga berbagai produk kreatif lainnya. Keberagaman tersebut memperlihatkan bahwa potensi ekonomi masyarakat di wilayah Kapanewon Pandak tidak hanya bertumpu pada satu sektor, tetapi juga berkembang melalui perpaduan antara UMKM, kreativitas, tradisi, dan kebudayaan.

Bantul Creative Expo 2026 yang berlangsung pada 1–9 Agustus 2026 merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Bantul. Ajang ini mempertemukan berbagai pelaku UMKM, ekonomi kreatif, komunitas, serta potensi kebudayaan dari berbagai wilayah di Kabupaten Bantul.

Bagi Stand Kapanewon Pandak, kehadiran para pelajar memberikan warna tersendiri dalam pelaksanaan pameran. Kunjungan tersebut memperlihatkan bahwa promosi potensi daerah dapat berjalan beriringan dengan upaya memberikan ruang pembelajaran bagi generasi muda.

Tidak hanya mengenalkan produk yang dapat dibeli, stand juga menjadi ruang untuk bertanya, melihat, berdiskusi, dan memahami proses di balik sebuah produk. Dari sinilah nilai edukasi menjadi bagian penting dalam kegiatan pameran, terutama ketika produk yang diperkenalkan memiliki keterkaitan erat dengan tradisi dan identitas budaya masyarakat.

Keterlibatan pelajar dari berbagai jenjang juga menjadi peluang untuk menumbuhkan apresiasi terhadap budaya lokal sejak usia dini. Pengenalan terhadap keris, blangkon, kerajinan, serta produk-produk berbasis kearifan lokal diharapkan dapat menumbuhkan rasa memiliki sekaligus mendorong generasi muda untuk turut menjaga keberlanjutan warisan budaya.

Melalui Bantul Creative Expo 2026, Stand Kapanewon Pandak tidak hanya menjadi etalase produk unggulan masyarakat, tetapi juga berkembang menjadi ruang perjumpaan antara UMKM, budaya, masyarakat, dan generasi muda. Keramaian pengunjung, termasuk para pelajar yang antusias menggali informasi mengenai keris dan blangkon, menjadi gambaran bahwa potensi lokal masih memiliki daya tarik kuat ketika dikemas dalam ruang yang terbuka dan interaktif.

Keikutsertaan Kalurahan Gilangharjo bersama kalurahan lainnya di Kapanewon Pandak diharapkan semakin memperkuat promosi potensi lokal sekaligus membuka jejaring pemasaran dan kolaborasi baru. Lebih dari itu, pengalaman di BCE 2026 menjadi bagian dari upaya bersama untuk memastikan bahwa pengembangan ekonomi kreatif tetap berjalan beriringan dengan pelestarian budaya dan penguatan identitas masyarakat lokal.