Seniman Muda Ketoprak Jodog yang Menghidupkan Adegan Laga di Atas Panggung
Gilangharjo – Kesenian ketoprak tidak hanya menghadirkan cerita dan dialog yang sarat nilai budaya, tetapi juga menampilkan adegan laga yang menuntut keterampilan, ketangkasan, dan penguasaan teknik khusus. Di Padukuhan Jodog, Kalurahan Gilangharjo, salah satu generasi muda yang menekuni bidang tersebut adalah Rio Janagle, seniman ketoprak yang dikenal memiliki kemampuan dalam memerankan adegan laga dan peperangan dengan dukungan teknik koreografi beladiri.
Ketertarikan Rio terhadap dunia seni pertunjukan, khususnya ketoprak, mulai tumbuh sejak tahun 2016. Baginya, berkesenian bukan hanya sekadar hobi, tetapi juga menjadi sarana untuk menambah pengalaman, memperluas pergaulan, serta belajar banyak hal dari para pelaku seni yang lebih senior.
“Melalui ketoprak saya bisa menambah pengalaman dan srawung dengan banyak orang yang memiliki kecintaan terhadap budaya,” ungkapnya.
Dalam dunia ketoprak, Rio memilih fokus pada peran-peran yang menampilkan adegan laga dan peperangan. Bidang ini membutuhkan kemampuan khusus karena selain harus mampu memerankan karakter dengan baik, seorang pemain juga dituntut menguasai gerak tubuh, teknik keselamatan panggung, serta koreografi pertarungan yang meyakinkan namun tetap aman bagi para pemain.
Kemampuan tersebut tidak diperoleh secara instan. Sejak kecil, Rio telah aktif mengikuti berbagai olahraga beladiri yang menjadi bekal penting dalam membangun kemampuan koreografi laga di atas panggung. Pengalaman tersebut kemudian dipadukan dengan latihan seni pertunjukan sehingga menghasilkan penampilan yang atraktif dan realistis dalam setiap pementasan.
Perjalanan panjang selama hampir 15 tahun dalam mendalami teknik beladiri menjadi modal utama yang membantunya mengembangkan spesialisasi di bidang adegan peperangan ketoprak. Berbagai latihan dan pengalaman pentas terus mengasah kemampuannya hingga dikenal sebagai salah satu pemain yang piawai membawakan adegan laga.
Dalam proses berkesenian, Rio banyak belajar dari para senior ketoprak, khususnya para seniman yang pernah berkarya di lingkungan Ketoprak RRI. Menurutnya, para senior tersebut memberikan banyak pelajaran, baik tentang teknik pementasan, kedisiplinan, maupun etika dalam berkesenian.
“Banyak senior yang memberikan ilmu dan pengalaman, terutama para pelaku ketoprak RRI yang telah lama berkecimpung di dunia seni pertunjukan,” tuturnya.
Selama menekuni dunia ketoprak, Rio telah terlibat dalam berbagai pertunjukan yang menghadirkan adegan peperangan dan laga sebagai bagian penting dari cerita. Pengalaman-pengalaman tersebut menjadi momen berharga yang memperkuat kecintaannya terhadap seni tradisional.
Menurut Rio, perkembangan seni dan budaya di Kalurahan Gilangharjo saat ini menunjukkan arah yang positif. Berbagai kegiatan seni terus tumbuh dan berkembang dengan melibatkan banyak kalangan, termasuk generasi muda.
Sebagai pelaku seni, ia berupaya ikut menjaga kelestarian budaya dengan terus aktif dalam kegiatan kesenian sekaligus mengajak generasi muda untuk mencintai dan mempelajari kebudayaan lokal. Baginya, pelestarian budaya bukan hanya tanggung jawab para seniman, tetapi juga seluruh masyarakat.
Rio menilai bahwa salah satu nilai budaya yang sangat penting diwariskan kepada generasi muda adalah sikap unggah-ungguh, sopan santun, dan penghormatan terhadap adat istiadat yang telah diwariskan oleh para leluhur. Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi penting dalam kehidupan bermasyarakat.
Ia juga menegaskan bahwa berbagai kesenian tradisional masih memerlukan perhatian bersama agar tetap hidup dan lestari di tengah perubahan zaman. Meski saat ini masyarakat menunjukkan antusiasme yang cukup baik terhadap kegiatan seni budaya, tantangan yang dihadapi tidaklah ringan.
Menurutnya, masuknya budaya luar yang semakin masif menjadi salah satu tantangan utama dalam upaya melestarikan kesenian tradisional. Oleh karena itu, diperlukan dukungan dari berbagai pihak melalui kegiatan sosialisasi dan edukasi budaya kepada masyarakat, terutama generasi muda.
“Pengenalan dan sosialisasi budaya perlu terus dilakukan agar masyarakat semakin memahami pentingnya menjaga warisan budaya yang kita miliki,” ujarnya.
Ke depan, Rio berharap seni dan budaya di Gilangharjo dapat terus berkembang serta tetap lestari di tengah perkembangan zaman. Ia optimistis bahwa budaya lokal akan tetap hidup apabila mendapat dukungan dari masyarakat dan adanya regenerasi yang berkelanjutan.
Kepada generasi muda, Rio berpesan agar tidak melupakan akar budaya yang dimiliki.
“Jadilah generasi muda yang tetap berbudaya dan menjunjung tinggi nilai-nilai adat serta tradisi,” pesannya.
Melalui dedikasinya dalam dunia ketoprak, khususnya pada bidang laga dan peperangan, Rio Janagle menjadi salah satu contoh generasi muda Gilangharjo yang turut menjaga eksistensi seni tradisional. Dengan kemampuan koreografi beladiri yang dimilikinya, ia membuktikan bahwa ketoprak tidak hanya menyajikan cerita dan hiburan, tetapi juga menjadi ruang kreativitas yang mampu menarik minat generasi muda untuk mencintai budaya bangsa.