Penggalian Lahan Mini RAS Temukan Lumpang dan Struktur Batu Bata Kuno di Gilangharjo

03 November 2026
Administrator
Dibaca 1 Kali
Penggalian Lahan Mini RAS Temukan Lumpang dan Struktur Batu Bata Kuno di Gilangharjo

GILANGHARJO – Pekerjaan penyiapan lahan pembangunan fasilitas budidaya ikan konsumsi sistem Mini Recirculating Aquaculture System (Mini RAS) atau sistem budidaya ikan dengan sirkulasi air tertutup.di Padukuhan Kadisoro, Kalurahan Gilangharjo, menemukan benda dan struktur yang diduga merupakan peninggalan sejarah. Temuan berupa sebuah lumpang dan susunan batu bata berukuran besar tersebut ditemukan saat proses perataan lahan menggunakan ekskavator, Senin (2/11/2026).

Temuan berada di Kadisoro RT 05, tepatnya di sebelah timur Sungai Bedog. Saat penggalian berlangsung, operator ekskavator menemukan sebuah lumpang berdiameter sekitar 80 sentimeter. Pada sore harinya, kembali ditemukan susunan batu bata berukuran sekitar 40 × 30 × 10 sentimeter pada kedalaman 1–2 meter dari permukaan tanah. Melihat indikasi adanya struktur bangunan lama, pekerjaan penggalian kemudian dihentikan sementara.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Lurah Gilangharjo bersama Ketua Bamuskal, Babinsa, dan perangkat kalurahan melakukan peninjauan lokasi pada Selasa (3/11/2026). Pemerintah Kalurahan selanjutnya berkoordinasi dengan Dinas Kebudayaan Kabupaten Bantul, yang pada hari itu juga menerjunkan tim untuk melakukan pengecekan langsung.

Berdasarkan pengamatan awal, susunan batu bata tersebut diduga merupakan bagian dari bangunan kuno, kemungkinan berupa pagar atau struktur lain dalam suatu kompleks bangunan. Ukurannya mengingatkan pada karakteristik batu bata yang ditemukan di kawasan Situs Keraton Pleret. Namun, bentuk, fungsi, dan perkiraan usianya masih memerlukan kajian arkeologis lebih lanjut. Demikian pula dengan lumpang yang ditemukan, yang berpotensi memberikan petunjuk mengenai aktivitas masyarakat pada masa lampau.

Informasi dari masyarakat sekitar juga menyebutkan bahwa pada awal tahun 2000-an pernah ditemukan arca Ganesha setinggi kurang lebih 40 sentimeter di kawasan tersebut. Namun, keberadaan arca itu kini tidak diketahui karena telah berpindah tangan.

Hasil temuan awal selanjutnya akan dibahas dalam sidang Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Dinas Kebudayaan Kabupaten Bantul pada Rabu (4/11/2026) untuk mendapatkan arahan dan rekomendasi penanganan.

Pemerintah Kalurahan Gilangharjo berharap temuan ini menjadi pintu masuk untuk mengungkap jejak sejarah dan potensi warisan budaya di wilayah Kadisoro. Masyarakat diimbau turut menjaga lokasi penemuan serta melaporkan apabila menemukan benda atau struktur lain yang diduga memiliki nilai sejarah agar dapat diteliti dan dilestarikan secara tepat.