Pemuda Pelopor Kadisoro yang Menggerakkan Desa Wisata Kajii
Gilangharjo – Semangat perubahan sering kali lahir dari keberanian anak muda untuk memulai sesuatu yang dianggap mustahil. Hal tersebut tercermin dari sosok Muhammad Gema Ramadhan, pemuda asal Padukuhan Kadisoro, Kalurahan Gilangharjo, yang berhasil menjadi motor penggerak lahir dan berkembangnya Desa Wisata Kajii.
Pria yang sehari-hari berprofesi sebagai pramuwisata sekaligus pembudidaya ikan hias guppy ini dikenal aktif dalam berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat. Saat ini ia dipercaya sebagai Ketua Desa Wisata Kajii serta menyandang predikat Pemuda Pelopor Daerah Istimewa Yogyakarta, sebuah penghargaan yang menjadi bukti nyata dedikasinya dalam membangun potensi desa berbasis masyarakat.
Perjalanan Gema dalam mengembangkan sektor pariwisata dan budidaya ikan hias dimulai sejak tahun 2015. Berawal dari diskusi dan kegelisahan bersama kelompok pemuda Kadisoro mengenai potensi desa yang belum tergarap secara optimal, lahirlah gagasan untuk membangun sebuah desa wisata yang mampu menjadi wadah pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Harapan besar kami adalah menyatukan tujuan bersama untuk memajukan perekonomian masyarakat Kadisoro dan sekitarnya melalui Desa Wisata Kajii,” ungkap Gema.
Berbeda dengan banyak program yang lahir dari inisiatif eksternal, Desa Wisata Kajii tumbuh dari semangat gotong royong para pemuda setempat. Dengan tekad yang kuat, mereka membangun konsep wisata berbasis potensi lokal dan terus bertahan hingga saat ini.
Dalam perjalanannya, berbagai tantangan harus dihadapi. Keterbatasan sumber daya manusia maupun sumber daya alam menjadi hambatan awal yang cukup berat. Namun, Gema dan tim memilih untuk tidak menyerah. Mereka terus membangun jejaring kemitraan dan kolaborasi dengan berbagai pihak guna memperkuat kapasitas organisasi serta membuka peluang pengembangan usaha masyarakat.
Menurut Gema, kunci keberhasilan dalam mengembangkan desa wisata adalah konsistensi terhadap tujuan yang telah ditetapkan. Selain itu, kemampuan mengikuti perkembangan zaman dan menyiapkan regenerasi juga menjadi faktor penting agar program yang dibangun dapat terus berkelanjutan.
“Selalu fokus ke depan dengan tujuan yang sama, mengikuti perkembangan zaman, dan mulai merekrut generasi berikutnya untuk melanjutkan perjuangan,” jelasnya.
Sebagai pelaku penggerak wisata desa, Gema juga aktif mengikuti berbagai pelatihan dan pendampingan guna meningkatkan kapasitas diri maupun organisasi yang dipimpinnya. Namun baginya, keberhasilan Desa Wisata Kajii bukanlah hasil kerja individu semata.
Ia mengakui bahwa seluruh tim Desa Wisata Kajii, masyarakat Kadisoro, Pemerintah Kalurahan Gilangharjo, serta para tokoh masyarakat memiliki peran yang sangat besar dalam perjalanan pengembangan desa wisata tersebut.
“Desa Wisata Kajii bisa berkembang karena adanya kepercayaan dan dukungan dari masyarakat. Para tokoh Kadisoro juga selalu memberikan dukungan penuh terhadap desanya,” ujarnya.
Keberadaan Desa Wisata Kajii kini telah memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Berbagai peluang ekonomi baru tumbuh dan berkembang, mulai dari budidaya ikan hias guppy, jasa pemandu wisata, pelatihan wisata edukasi, kuliner melalui Angkringan Kajii, hingga berbagai usaha mikro dan UMKM lainnya.
Selain memberdayakan masyarakat lokal, Desa Wisata Kajii juga aktif membangun kolaborasi dengan berbagai pelaku usaha dan destinasi wisata. Beberapa di antaranya adalah Omah Nglaras milik Bapak Giyanto, Batik Nayantaka Gunting, perajin keris di Padukuhan Jodog, serta berbagai desa wisata lain seperti Krebet, Puncak Sosok, Pantai Goa Cemara, Kalak Ijo, dan sejumlah destinasi lainnya di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Kolaborasi tersebut menjadi strategi penting dalam memperluas jaringan promosi sekaligus memperkuat ekosistem pariwisata berbasis masyarakat.
Menurut Gema, antusiasme masyarakat terhadap keberadaan Desa Wisata Kajii sangat tinggi. Banyak pihak yang tertarik untuk bergabung, belajar, maupun menjalin kerja sama. Hal ini menjadi modal sosial yang sangat berharga dalam menjaga keberlanjutan program desa wisata.
Ke depan, Gema memiliki cita-cita besar agar Desa Wisata Kajii terus berkembang secara signifikan dan mampu mencapai visi besarnya, yaitu menjadi salah satu desa wisata terbaik yang mampu menciptakan kesejahteraan masyarakat secara luas.
Untuk mewujudkan hal tersebut, ia menilai masih diperlukan dukungan berupa peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penguatan infrastruktur, sarana dan prasarana pendukung wisata, peralatan digital, kendaraan shuttle wisata, hingga pengembangan fasilitas budidaya ikan hias.
Di bidang pemberdayaan ekonomi, Gema juga berencana memperluas pengembangan budidaya ikan hias melalui sistem plasma yang melibatkan masyarakat sekitar. Selain itu, pelatihan dan pendampingan bagi warga akan terus dilakukan guna membuka peluang usaha baru yang berbasis potensi lokal.
Ia menilai Pemerintah Kalurahan Gilangharjo telah memberikan dukungan yang baik melalui berbagai program peningkatan kapasitas sumber daya manusia maupun pembangunan infrastruktur. Namun demikian, menurutnya konsistensi program dalam tiga hingga lima tahun ke depan akan menjadi faktor penting untuk menghasilkan dampak yang lebih besar bagi masyarakat.
Sebagai penutup, Gema menyampaikan pesan kepada generasi muda Gilangharjo agar berani bermimpi dan mengambil langkah nyata untuk mewujudkannya.
“Jangan pernah takut untuk memulai dan jangan pernah ragu mengeksekusi ide. Keterlibatan anak muda akan mempengaruhi perubahan besar di desa. Berikan yang terbaik untuk lingkunganmu, maka lingkunganmu akan memberikan yang terbaik juga untukmu,” pesannya.
Ketika diminta menggambarkan perjalanan hidupnya dalam satu kalimat, Gema menyampaikan pesan yang sederhana namun penuh makna:
“Potensi besar Gilangharjo akan lahir saat kita kompak merintis, bukan menunggu.”
Melalui dedikasi, kepemimpinan, dan semangat kolaborasinya, Muhammad Gema Ramadhan menjadi contoh nyata bahwa pemuda desa mampu menjadi agen perubahan yang menghadirkan manfaat bagi masyarakat. Dari Kadisoro, ia membuktikan bahwa gagasan yang dimulai dengan keberanian dapat tumbuh menjadi gerakan yang menggerakkan banyak orang menuju kemajuan bersama.