GERTAK PSN di Padukuhan Bongsren Capai ABJ 97,05 Persen, Warga Diajak Terus Waspada DBD
Gilangharjo – Pemerintah Kalurahan Gilangharjo terus mengintensifkan upaya pencegahan penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) melalui kegiatan GERTAK PSN (Gerakan Serentak Pemberantasan Sarang Nyamuk). Kegiatan tersebut dilaksanakan di Padukuhan Bongsren pada Jumat, 12 Juni 2026, dengan melibatkan kader Jumantik Padukuhan Bongsren serta unsur pemerintah dan keamanan wilayah.
Kegiatan dipimpin langsung oleh Kamituwa Kalurahan Gilangharjo dan didampingi oleh Babinsa serta Bhabinkamtibmas Gilangharjo. Para kader Jumantik melakukan pemeriksaan jentik nyamuk di lingkungan permukiman warga sebagai bagian dari upaya monitoring dan pengendalian populasi nyamuk penyebab DBD.
Dalam pelaksanaannya, tim melakukan pemeriksaan sampel sebanyak 5 rumah pada setiap RT. Dengan jumlah 7 RT yang ada di Padukuhan Bongsren, total rumah yang diperiksa mencapai 35 rumah. Pemeriksaan difokuskan pada tempat-tempat penampungan air dan lokasi yang berpotensi menjadi sarang perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti.
Dari hasil pemeriksaan, ditemukan 34 rumah bebas jentik dan 1 rumah ditemukan jentik nyamuk. Berdasarkan data tersebut, diperoleh Angka Bebas Jentik (ABJ) sebesar: 33/34 × 100 = 97,05%
Capaian tersebut menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat Padukuhan Bongsren dalam menjaga kebersihan lingkungan dan menerapkan langkah-langkah pemberantasan sarang nyamuk sudah cukup baik. Nilai ABJ yang mendekati 100 persen menjadi indikator positif dalam upaya pencegahan penyebaran DBD di wilayah tersebut.
Kamituwa Gilangharjo menyampaikan bahwa kegiatan GERTAK PSN tidak hanya bertujuan untuk melakukan pemeriksaan jentik, tetapi juga sebagai sarana edukasi kepada masyarakat agar rutin menerapkan gerakan 3M Plus, yaitu menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah air, memanfaatkan atau mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menampung air, serta melakukan berbagai langkah pencegahan lainnya.
"Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen bersama antara pemerintah kalurahan, kader kesehatan, dan masyarakat dalam menjaga lingkungan agar tetap bersih dan sehat. Hasil ABJ yang tinggi tentu patut diapresiasi, namun kewaspadaan harus tetap dijaga karena keberadaan satu titik jentik saja dapat menjadi sumber perkembangbiakan nyamuk," ujarnya.
Babinsa dan Bhabinkamtibmas yang turut mendampingi kegiatan juga mengajak masyarakat untuk terus membudayakan gotong royong dalam menjaga kebersihan lingkungan. Menurut mereka, keberhasilan pencegahan DBD tidak hanya bergantung pada petugas kesehatan atau kader Jumantik, tetapi memerlukan partisipasi aktif seluruh warga.
Melalui kegiatan GERTAK PSN yang dilaksanakan secara berkala, Pemerintah Kalurahan Gilangharjo berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat semakin meningkat, sehingga risiko penyebaran penyakit yang ditularkan melalui nyamuk dapat ditekan semaksimal mungkin demi mewujudkan lingkungan yang sehat, aman, dan nyaman bagi seluruh warga.