Pengerjaan Corblok Padat Karya Dana Keistimewaan di Krekah Selesai Sesuai Jadwal
GILANGHARJO – Pengerjaan pembangunan infrastruktur melalui Program Padat Karya Dana Keistimewaan (Dais) di Padukuhan Krekah, Kalurahan Gilangharjo, Kapanewon Pandak, Kabupaten Bantul, telah selesai dilaksanakan sesuai jadwal pada Sabtu, 12 September 2026.
Kegiatan yang dilaksanakan secara padat karya tersebut menyasar pembangunan atau peningkatan infrastruktur jalan dengan panjang kurang lebih 200 meter dan kubikasi sekitar 80 meter kubik. Pengerjaan melibatkan masyarakat setempat sebagai tenaga kerja, khususnya warga dari RT 01 hingga RT 05 Padukuhan Krekah.
Penyelesaian pekerjaan pada 12 September menjadi penanda berakhirnya rangkaian pelaksanaan kegiatan yang sebelumnya dijadwalkan berlangsung mulai 24 Agustus hingga 12 September 2026.
Program Padat Karya Dana Keistimewaan tersebut merupakan bagian dari Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Dana Keistimewaan dengan anggaran sebesar Rp175 juta. Program ini diarahkan tidak hanya untuk menghasilkan pembangunan fisik, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi secara langsung melalui penyerapan tenaga kerja masyarakat.
Sebelum pekerjaan dimulai, Pemerintah Kalurahan Gilangharjo telah melaksanakan Sosialisasi Teknis Pembangunan Padat Karya Dana Keistimewaan pada 12 Agustus 2026. Sosialisasi yang berlangsung di rumah Bapak Juriman, Padukuhan Krekah RT 01, tersebut menjadi bagian dari tahapan persiapan sebelum pekerjaan dilaksanakan di lapangan.
Sosialisasi diikuti oleh berbagai unsur yang terlibat dalam pelaksanaan kegiatan, di antaranya Ketua Bamuskal Kalurahan Gilangharjo, Ulu-ulu Gilangharjo, pendamping teknis, Babinsa dan Bhabinkamtibmas Gilangharjo, Dukuh Krekah Yudi Santosa, Tim Pelaksana Kegiatan (TPK), Tim Pengadaan Barang dan Jasa (TPBJ), serta warga calon tenaga kerja.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan penjelasan mengenai mekanisme pelaksanaan Padat Karya Istimewa, ketentuan tenaga kerja, administrasi kegiatan, pembagian tugas, hingga aspek teknis pekerjaan di lapangan.
Setelah tahapan persiapan selesai, pengerjaan fisik mulai dilaksanakan pada 24 Agustus 2026. Sejumlah warga Krekah kemudian terlibat langsung dalam proses pembangunan secara bertahap hingga pekerjaan dinyatakan selesai sesuai jadwal pada 12 September 2026.
Ketua Kelompok Sasaran (Poksar), Miyanto, sebelumnya menyampaikan bahwa pelaksanaan kegiatan dijadwalkan mulai 24 Agustus sampai dengan 12 September 2026. Tenaga kerja yang terlibat berasal dari masyarakat RT 01 hingga RT 05 Padukuhan Krekah.
Keterlibatan warga dari lima wilayah RT tersebut menjadi bagian penting dari konsep Padat Karya. Masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat dari hasil pembangunan, tetapi turut menjadi pelaku utama dalam proses pengerjaannya.
Melalui pola tersebut, program diharapkan memberikan dua manfaat sekaligus. Di satu sisi, masyarakat memperoleh infrastruktur yang dapat menunjang aktivitas sehari-hari. Di sisi lain, warga yang terlibat mendapatkan kesempatan kerja dan penghasilan selama kegiatan pembangunan berlangsung.
Ulu-ulu Kalurahan Gilangharjo, Fian Widiatmaka menilai pembangunan jalan melalui program tersebut memiliki arti penting bagi mobilitas masyarakat di Padukuhan Krekah. Infrastruktur jalan yang semakin baik diharapkan dapat memperlancar akses warga sekaligus menghubungkan berbagai aktivitas masyarakat.
“Harapannya dengan selesainya pembangunan corblok ini, akses warga semakin lancar. Jalan ini bukan hanya digunakan untuk mobilitas sehari-hari, tetapi juga dapat menyambungkan berbagai kegiatan masyarakat dari berbagai sektor, baik kegiatan sosial, ekonomi, pertanian, seni budaya, adat tradisi, maupun aktivitas kemasyarakatan lainnya,” ujar Fian.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur di tingkat kalurahan perlu dilihat sebagai bagian dari upaya memperkuat konektivitas antarwilayah. Jalan yang lebih baik akan memudahkan warga dalam menjalankan aktivitas sekaligus mendukung pergerakan masyarakat menuju berbagai pusat kegiatan.
Dengan demikian, manfaat pembangunan diharapkan tidak berhenti pada peningkatan kondisi fisik jalan, tetapi dapat memberikan dampak yang lebih luas terhadap aktivitas masyarakat.
Pelaksanaan Padat Karya Dana Keistimewaan juga mengedepankan prinsip pembangunan dari, oleh, dan untuk masyarakat. Pekerjaan tidak dilakukan dengan pola pemborongan kepada pihak ketiga, melainkan melibatkan tenaga kerja lokal dengan peralatan serta metode kerja yang disesuaikan dengan kebutuhan kegiatan.
Pola tersebut sejalan dengan tujuan program Padat Karya Istimewa yang memberikan perhatian terhadap kelompok masyarakat penganggur, setengah penganggur, maupun warga yang membutuhkan tambahan penghasilan.
Keterlibatan warga dari RT 01 hingga RT 05 juga memperkuat semangat gotong royong dalam pelaksanaan pembangunan. Masyarakat bersama pelaksana kegiatan bekerja secara bertahap untuk menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.
Selain pembangunan fisik, program ini juga menjadi bagian dari penerapan tata nilai semangat keyogyakartaan yang meliputi sawiji, greget, sengguh, dan ora mingkuh. Nilai tersebut masing-masing mencerminkan kesungguhan dan konsentrasi, semangat, kepercayaan diri, serta sikap bertanggung jawab dan tidak mudah menyerah.
Semangat tersebut diharapkan tidak hanya terlihat selama proses pengerjaan, tetapi juga menjadi bagian dari keberlanjutan pemanfaatan hasil pembangunan. Setelah pekerjaan selesai, masyarakat memiliki tanggung jawab bersama untuk menjaga dan merawat infrastruktur yang telah dibangun.
Dari sisi pembangunan, pekerjaan corblok sepanjang kurang lebih 200 meter dengan kubikasi sekitar 80 meter kubik tersebut diharapkan dapat meningkatkan kondisi ruas jalan yang digunakan masyarakat dalam menjalankan berbagai aktivitas.
Sementara dari sisi pemberdayaan, keterlibatan masyarakat selama proses pengerjaan menjadi bagian dari upaya agar manfaat Dana Keistimewaan dapat dirasakan secara langsung oleh warga di tingkat kalurahan.
Penyelesaian pekerjaan pada 12 September 2026 menunjukkan bahwa rangkaian pelaksanaan yang dimulai dari tahap sosialisasi, persiapan, hingga pengerjaan fisik dapat berjalan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.
Dengan selesainya pekerjaan, infrastruktur tersebut kini dapat dimanfaatkan masyarakat untuk menunjang mobilitas sehari-hari sekaligus mendukung berbagai kegiatan sosial, ekonomi, pertanian, dan kemasyarakatan di wilayah Krekah.
Program Padat Karya Dana Keistimewaan di Krekah pada akhirnya tidak hanya menghasilkan pembangunan fisik dengan dukungan anggaran Rp175 juta, tetapi juga membuka ruang partisipasi masyarakat melalui penyerapan tenaga kerja lokal.
Melalui pembangunan yang dikerjakan secara bersama-sama, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat konektivitas wilayah sekaligus mendorong agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara langsung dan berkelanjutan oleh masyarakat Kalurahan Gilangharjo.