Survey Lokasi Padat Karya Danais 2026, Pastikan Program Tepat Sasaran di Gilangharjo
Gilangharjo – Tahapan lanjutan program Padat Karya Danais Tahun 2026 di Kalurahan Gilangharjo terus bergulir. Setelah sebelumnya dilaksanakan sosialisasi di tiga padukuhan, kini memasuki fase teknis berupa survei lokasi guna memastikan kesiapan pelaksanaan kegiatan di lapangan.
Kegiatan survei lokasi dilaksanakan pada Rabu (29/4/2026) oleh tim dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Bantul bersama tim Kalurahan Gilangharjo. Turut mendampingi dalam kegiatan ini para dukuh setempat serta perwakilan Badan Permusyawaratan Kalurahan (Bamuskal) Gilangharjo.
Survei ini menjadi bagian penting dalam rangkaian implementasi program padat karya yang sebelumnya telah disosialisasikan kepada masyarakat. Pada tahap sosialisasi, pemerintah kalurahan bersama Disnakertrans menekankan pentingnya optimalisasi akses dan manfaat program bagi warga.
Secara teknis, survei difokuskan pada identifikasi titik lokasi yang dinilai layak untuk pelaksanaan kegiatan padat karya, baik dari aspek kebutuhan infrastruktur, kondisi geografis, maupun potensi keterlibatan tenaga kerja lokal. Langkah ini juga bertujuan untuk meminimalkan kendala pelaksanaan serta memastikan program berjalan efektif dan tepat sasaran.
Program padat karya sendiri merupakan salah satu strategi pemerintah dalam mendorong pembangunan berbasis masyarakat. Selain berorientasi pada peningkatan kualitas infrastruktur lingkungan, program ini juga memiliki fungsi ganda sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi melalui penyerapan tenaga kerja lokal.
Dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah daerah, kalurahan, hingga perwakilan masyarakat, survei ini diharapkan mampu menghasilkan perencanaan yang partisipatif. Dukuh dan Bamuskal berperan penting dalam memberikan informasi kondisi riil wilayah, sehingga lokasi yang dipilih benar-benar sesuai dengan kebutuhan warga.
Pemerintah Kalurahan Gilangharjo berharap, melalui tahapan survei ini, pelaksanaan Padat Karya Danais 2026 tidak hanya berjalan lancar, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat serta pembangunan lingkungan yang berkelanjutan di tingkat padukuhan.