Petani Kauman Gilangharjo Gencarkan Gerdal Tikus, Lindungi Tanaman dari Ancaman Hama
Gilangharjo, Upaya pengendalian hama tikus terus digencarkan oleh para petani di wilayah Kalurahan Gilangharjo. Pada Minggu pagi, 25 April 2026, Kelompok Tani Ngudi Makmur melaksanakan kegiatan gerakan pengendalian (gerdal) tikus di area persawahan wilayah Kauman. Kegiatan ini melibatkan anggota kelompok tani setempat dan didampingi langsung oleh Dukuh Kauman, Dwi Santosa, serta petugas dari PUPT Pandak.
Gerdal tikus difokuskan di sepanjang saluran irigasi yang sebelumnya telah teridentifikasi sebagai lokasi sarang tikus. Area ini dinilai menjadi titik rawan berkembangnya hama yang kerap merusak tanaman padi, terutama pada fase pertumbuhan awal hingga menjelang panen.
Ketua Kelompok Tani Ngudi Makmur menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah preventif sekaligus respons cepat terhadap potensi serangan hama. “Kami tidak menunggu sampai serangan meluas. Begitu ada indikasi sarang, langsung kita tindak bersama,” ujarnya di sela kegiatan.
Dalam pelaksanaannya, petani melakukan penelusuran lubang-lubang sarang tikus di tanggul dan sekitar aliran irigasi. Selanjutnya dilakukan penebaran obat tikus yang telah disediakan oleh PUPT Pandak. Obat yang digunakan diklaim ramah terhadap tanaman, sehingga tidak mengganggu pertumbuhan padi maupun keseimbangan lingkungan sawah.
Pendamping dari PUPT Pandak menegaskan pentingnya penggunaan bahan pengendali yang tepat. “Kami memastikan obat yang digunakan efektif untuk tikus, namun tetap aman bagi tanaman dan tidak mencemari lahan pertanian,” jelasnya.
Dukuh Kauman, Dwi Santosa, turut mengapresiasi keterlibatan aktif para petani dalam menjaga produktivitas pertanian. Menurutnya, kolaborasi antara petani dan instansi teknis menjadi kunci keberhasilan pengendalian hama secara berkelanjutan. “Kalau dilakukan bersama seperti ini, hasilnya lebih maksimal dan dampaknya bisa langsung dirasakan. Ini juga bentuk gotong royong menjaga ketahanan pangan di tingkat lokal,” ungkapnya.
Kegiatan gerdal tikus ini diharapkan mampu menekan populasi hama secara signifikan, sehingga hasil panen petani tetap terjaga. Selain itu, langkah ini juga menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran kolektif petani akan pentingnya pengendalian hama terpadu di tingkat lapangan.