Monev Ketahanan Pangan BUMKal Gilangharjo: Administrasi Dinilai Baik, Dorong Optimalisasi Usaha dan Dampak Pemberdayaan

28 April 2026
Administrator
Dibaca 5 Kali
Monev Ketahanan Pangan BUMKal Gilangharjo: Administrasi Dinilai Baik, Dorong Optimalisasi Usaha dan Dampak Pemberdayaan

Gilangharjo, Kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) Badan Usaha Milik Kalurahan (BUMKal) Gilangharjo khusus bidang ketahanan pangan (ketapang) dilaksanakan pada Selasa, 28 April 2026, bertempat di ruang Lurah Gilangharjo. Kegiatan ini menghadirkan unsur pemerintah kalurahan, pengelola usaha, serta tim evaluasi dari pemerintah daerah.

Hadir dalam kegiatan tersebut Lurah Gilangharjo, Ulu Ulu Gilangharjo, pengawas dan pelaksana unit ketapang BUMKal, tim monev dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan Kabupaten Bantul, serta pendamping kapanewon. Monev ini menjadi bagian dari mekanisme pengawasan rutin untuk memastikan tata kelola BUMKal berjalan sesuai prinsip good governance.

Tim monev menegaskan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah memastikan pengelolaan usaha BUMKal berlangsung secara transparan, akuntabel, serta selaras dengan regulasi yang berlaku. Selain itu, monev juga diarahkan untuk mengoptimalkan kontribusi BUMKal terhadap pendapatan asli kalurahan dan memperkuat peran ekonomi lokal.

Dari hasil evaluasi, BUMKal Gilangharjo memperoleh catatan positif, khususnya dalam aspek administrasi. Pencatatan keuangan dinilai telah berjalan dengan baik, meskipun masih diperlukan penyempurnaan pada buku besar kas agar lebih rapi, sistematis, dan mudah dibaca. Transparansi pencatatan menjadi sorotan penting guna meningkatkan kepercayaan publik terhadap pengelolaan usaha desa.

Selain itu, tim juga menekankan pentingnya kelengkapan dokumen pendukung, seperti nota pembelian dan penjualan, sebagai bagian dari akuntabilitas keuangan. Kelengkapan administrasi ini dinilai krusial dalam mendukung audit maupun evaluasi lanjutan.

Lurah Gilangharjo, Drs. H. Pardiyono, dalam kesempatan tersebut menyampaikan komitmennya untuk terus memperkuat tata kelola BUMKal agar semakin profesional. “Kami berkomitmen menjaga transparansi dan akuntabilitas dalam setiap pengelolaan usaha BUMKal. Catatan dari tim monev ini menjadi bahan penting untuk perbaikan, khususnya dalam penataan administrasi dan optimalisasi unit ketahanan pangan agar benar-benar memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa BUMKal harus mampu menjadi instrumen pemberdayaan yang nyata. “Tidak hanya mengejar profit, tetapi juga bagaimana usaha ketapang ini bisa membuka peluang usaha, memperkuat ketahanan pangan lokal, dan meningkatkan kesejahteraan warga Gilangharjo,” tambahnya.

Dalam aspek usaha, unit ketahanan pangan BUMKal Gilangharjo didorong untuk lebih mengoptimalkan penggunaan anggaran agar seluruh lini usaha dapat berjalan efektif, menghasilkan keuntungan (profit), serta memberikan dampak nyata bagi pemberdayaan masyarakat. Pendekatan bisnis yang adaptif dan berbasis potensi lokal menjadi kunci dalam pengembangan unit ketapang ke depan.

Pihak kalurahan menyambut baik hasil monev ini sebagai bahan evaluasi sekaligus pijakan untuk peningkatan kinerja BUMKal. Dengan pengelolaan yang semakin profesional dan transparan, diharapkan BUMKal Gilangharjo mampu menjadi motor penggerak ekonomi desa yang berkelanjutan.