KWT Nusa Indah Bongsren Olah Hasil Demplot Pisang Kepok Menjadi Keripik Bernilai Ekonomis
Bongsren — Kelompok Wanita Tani (KWT) Nusa Indah Padukuhan Bongsren kembali menunjukkan produktivitasnya melalui kegiatan pengolahan hasil panen demplot berupa pisang kepok menjadi keripik. Kegiatan ini dilaksanakan pada Minggu, 15 Februari 2026, sore hari, bertempat di Balai Dusun Bongsren RT 6, dengan melibatkan seluruh pengurus dan anggota kelompok.
Pisang kepok yang dipanen dari lahan demplot kelompok merupakan hasil budidaya yang selama ini dirawat secara kolektif oleh anggota KWT. Alih-alih dijual dalam bentuk mentah, para anggota bersepakat untuk meningkatkan nilai tambah hasil panen melalui proses pengolahan menjadi keripik pisang.
Sejak sore hari, suasana balai dusun tampak semarak. Para anggota berbagi tugas, mulai dari proses pengupasan, pengirisan, perendaman, penggorengan hingga pengemasan. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang produksi, tetapi juga memperkuat kekompakan dan semangat gotong royong antaranggota.
Ketua KWT Nusa Indah, Dra. Wiwik Kurniati, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk mengembangkan kemandirian ekonomi kelompok.
“Hal ini merupakan kegiatan positif KWT yang juga untuk menambah pemasukan kelompok yang ke depan bisa digunakan untuk kegiatan yang lain,” ujar Dra. Wiwik Kurniati.
Menurutnya, pengolahan hasil pertanian menjadi produk siap jual menjadi salah satu upaya konkret dalam mengoptimalkan potensi lokal sekaligus meningkatkan nilai ekonomi hasil demplot. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran bersama dalam manajemen produksi dan pemasaran sederhana.
Hasil keripik pisang yang telah dikemas kemudian dipasarkan kepada warga Bongsren serta anggota dan pengurus KWT. Respons masyarakat cukup baik, mengingat produk yang dihasilkan merupakan olahan rumahan dengan bahan baku segar dari lingkungan sendiri.
Kegiatan ini sekaligus memperlihatkan peran aktif KWT sebagai motor penggerak pemberdayaan perempuan di tingkat padukuhan. Tidak hanya fokus pada budidaya tanaman, KWT Nusa Indah juga terus berinovasi dalam pengolahan hasil pertanian agar memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas.
Ke depan, hasil keuntungan penjualan direncanakan akan digunakan untuk mendukung program kelompok lainnya, termasuk pengembangan demplot, pelatihan keterampilan, serta kegiatan sosial kemasyarakatan.
Melalui langkah sederhana namun konsisten ini, KWT Nusa Indah Bongsren membuktikan bahwa penguatan ekonomi berbasis kelompok dan potensi lokal dapat tumbuh dari skala padukuhan, selama dikelola dengan semangat kebersamaan dan keberlanjutan.