Gilangharjo, Persiapan lokasi padat karya corblok jalan di Padukuhan Kauman tidak hanya berlangsung dalam bentuk koordinasi dan penataan teknis, tetapi juga terlihat nyata melalui keterlibatan langsung warga di lapangan. Seperti tergambar pada rangkaian kegiatan di lokasi, proses awal dimulai dengan pembersihan badan jalan dari rumput liar, tanah gembur, dan sisa tanaman yang menutupi jalur yang akan dikerjakan. Warga bersama aparat kewilayahan, yakni Babinsa Gilangharjo dan unsur pendamping bahu-membahu menggunakan alat sederhana seperti cangkul dan sekop untuk meratakan permukaan tanah agar siap dilapisi material dasar pada sabtu 14 Februari 2026 lalu.
Kegiatan tersebut dilakukan di jalur pertanian yang selama ini menjadi akses utama masyarakat menuju sawah. Kondisi jalan yang masih berupa tanah membuat proses persiapan menjadi penting, terutama untuk memastikan permukaan cukup padat sebelum dilakukan pemasangan corblok. Dalam proses ini, terlihat sinergi antara masyarakat, petani setempat, dan aparat yang turut membantu mempercepat pekerjaan awal, termasuk pengangkutan sisa rumput dan tanah menggunakan kendaraan roda tiga sebagai sarana distribusi material dan hasil pembersihan.
Selain pembersihan jalur, persiapan juga mencakup penataan badan jalan agar memiliki batas yang jelas antara area persawahan dan jalur akses. Langkah ini penting untuk menjaga struktur jalan tetap stabil saat proses pengerjaan dimulai. Aktivitas ini sekaligus menjadi bentuk gotong royong yang masih kuat terjaga, di mana warga tidak hanya hadir sebagai penerima manfaat, tetapi juga menjadi bagian dari pelaku pembangunan.
Keterlibatan berbagai unsur dalam tahap awal ini menunjukkan bahwa program padat karya tidak hanya berorientasi pada hasil akhir berupa infrastruktur jalan, tetapi juga pada proses kebersamaan yang tercipta. Kehadiran aparat pendamping di lapangan memperlihatkan adanya dukungan moral sekaligus teknis agar pekerjaan berjalan tertib dan terarah. Sementara itu, warga yang sehari-hari memanfaatkan jalan tersebut tampak antusias karena memahami bahwa perbaikan akses ini akan berdampak langsung pada mobilitas hasil pertanian dan aktivitas ekonomi mereka.
Dengan dimulainya pembersihan dan perataan badan jalan sebagaimana terlihat pada proses di lapangan, tahapan persiapan kini telah memasuki fase nyata sebelum pengerjaan corblok dilaksanakan. Kondisi lokasi yang mulai tertata menjadi penanda bahwa pembangunan tidak hanya direncanakan, tetapi benar-benar dimulai dari kerja bersama, dari tanah yang dibersihkan secara gotong royong hingga siap menjadi jalan yang lebih layak dan kuat untuk digunakan masyarakat.