Dukung Pengembangan Dewi Kajii, Pokdarwis Gilang Wicitra Terima Hibah Sarana Digital Marketing dari Bank Indonesia

01 November 2026
Administrator
Dibaca 3 Kali
Dukung Pengembangan Dewi Kajii, Pokdarwis Gilang Wicitra Terima Hibah Sarana Digital Marketing dari Bank Indonesia

GILANGHARJO — Perjuangan masyarakat Padukuhan Kadisoro dalam merintis dan mengembangkan potensi wisata berbasis masyarakat mendapatkan dukungan baru. Pada 22 Oktober 2026, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Gilang Wicitra menerima hibah sarana dan prasarana digital marketing dari Bank Indonesia melalui program PIK-EKDA Pilar 3. Bantuan ini ditujukan untuk mendukung pengembangan Desa Wisata Kajii (Dewi Kajii), Kalurahan Gilangharjo, Kapanewon Pandak, Kabupaten Bantul.

Dukungan tersebut menjadi tambahan modal bagi pengelola untuk memperkuat promosi, meningkatkan kualitas dokumentasi, serta memperluas jangkauan pemasaran potensi wisata Kadisoro melalui platform digital. Di tengah perkembangan pariwisata yang semakin bergantung pada kekuatan informasi visual dan pemasaran daring, ketersediaan peralatan yang memadai diharapkan dapat membantu pengelola membangun komunikasi yang lebih profesional dengan calon wisatawan.

Bagi masyarakat Kadisoro, hibah ini bukan sekadar penambahan peralatan. Dukungan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas proses panjang perintisan desa wisata yang tumbuh dari inisiatif dan swadaya warga.

Perjalanan Dewi Kajii bermula dari langkah warga RT 03 yang berupaya membangun potensi wisata di tengah keterbatasan. Dengan mengandalkan semangat gotong royong dan kesediaan untuk bekerja bersama, inisiatif yang dirintis dari lingkup warga tersebut perlahan berkembang menjadi gerakan yang melibatkan masyarakat dari RT 01 hingga RT 08.

Perkembangan ini menunjukkan bahwa pembangunan destinasi wisata berbasis masyarakat membutuhkan proses yang berkelanjutan. Partisipasi warga menjadi fondasi penting, sementara dukungan dari berbagai pihak dapat memperkuat kapasitas pengelolaan agar potensi lokal memiliki nilai tambah dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas.

Dalam program PIK-EKDA Pilar 3, Pokdarwis Gilang Wicitra menerima sembilan jenis perangkat yang dirancang untuk mendukung kebutuhan produksi konten, dokumentasi, dan penyajian materi promosi.

Perangkat tersebut meliputi iPhone 17 Pro berkapasitas 512 GB, gimbal DJI Osmo Mobile 8P Advanced Tracking Combo, kamera mirrorless Sony Alpha a6400 dengan lensa E PZ 16–50 mm, kartu memori SanDisk Extreme Pro SDXC 128 GB, serta tripod Fotopro X-Go HR Chameleon E2 dengan dudukan ponsel.

Untuk menunjang penyimpanan dan pengelolaan hasil produksi, bantuan juga mencakup hard disk eksternal WD Passport berkapasitas 1 TB dan ransel peralatan PGYTECH OneGo Lite berkapasitas 16 liter. Sementara itu, satu unit Samsung Smart TV Crystal 4K UHD berukuran 65 inci beserta troli TV Oximus TC1700 melengkapi sarana untuk menampilkan materi promosi, dokumentasi kegiatan, maupun presentasi potensi wisata.

Kombinasi perangkat tersebut memungkinkan pengelola mengembangkan alur produksi konten yang lebih terintegrasi, mulai dari pengambilan gambar dan video, penyuntingan, penyimpanan arsip digital, hingga penayangan materi promosi. Dengan pemanfaatan yang tepat, potensi budaya, kegiatan masyarakat, produk lokal, dan pengalaman wisata Dewi Kajii dapat dikemas menjadi konten yang lebih menarik dan mudah diakses calon pengunjung.

Namun, ketersediaan peralatan modern tetap perlu diimbangi dengan peningkatan keterampilan pengelola. Kemampuan menyusun strategi konten, menjaga konsistensi publikasi, memahami karakter calon wisatawan, serta mengevaluasi efektivitas promosi akan menentukan sejauh mana sarana tersebut mampu memberikan hasil.

Hibah sarana digital marketing membuka peluang bagi Dewi Kajii untuk memperkuat daya saing. Meski demikian, keberhasilan program tidak cukup diukur dari kelengkapan peralatan atau banyaknya konten yang dipublikasikan di media sosial.

Hal yang lebih mendasar adalah sejauh mana promosi tersebut mampu meningkatkan ketertarikan wisatawan, mendorong kunjungan, memperluas pasar produk lokal, dan menciptakan peluang ekonomi bagi masyarakat. Karena itu, pengelola perlu memiliki arah kerja yang jelas, termasuk perencanaan konten, pembagian tanggung jawab penggunaan peralatan, pemeliharaan aset, serta evaluasi berkala terhadap hasil promosi.

Transparansi pengelolaan sarana juga penting untuk memastikan seluruh perangkat dimanfaatkan sesuai tujuan program dan mendukung kepentingan pengembangan desa wisata. Dokumentasi pemanfaatan serta indikator capaian yang terukur dapat menjadi dasar untuk menilai efektivitas bantuan dalam jangka panjang.

Di sisi lain, pengembangan wisata tidak dapat hanya mengandalkan promosi digital. Kualitas atraksi, kesiapan layanan, kenyamanan pengunjung, serta keterlibatan pelaku usaha lokal harus berjalan seiring. Promosi yang berhasil menarik perhatian publik perlu didukung pengalaman wisata yang baik agar mampu membangun kepercayaan dan mendorong kunjungan berulang.

Bagi masyarakat Kadisoro, tantangan ini menjadi tahap lanjutan dari perjuangan yang telah dirintis bersama. Perkembangan dari inisiatif warga RT 03 hingga keterlibatan masyarakat RT 01 sampai RT 08 merupakan modal sosial yang perlu terus dijaga agar pengembangan Dewi Kajii tidak berhenti pada pencapaian fasilitas dan promosi, tetapi berkembang menjadi kegiatan ekonomi yang memberikan manfaat lebih luas.

Hibah dari Bank Indonesia melalui program PIK-EKDA Pilar 3 diharapkan menjadi penguat langkah tersebut. Keberhasilan akhirnya akan ditentukan oleh kemampuan Pokdarwis Gilang Wicitra dan masyarakat dalam mengelola kepercayaan, memanfaatkan teknologi, serta memastikan bahwa kemajuan desa wisata berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan warga.

Perjuangan membangun Dewi Kajii yang dimulai dari bawah kini memperoleh dukungan sarana yang lebih memadai. Pekerjaan selanjutnya adalah membuktikan bahwa dukungan tersebut dapat menghasilkan perubahan nyata: promosi yang lebih efektif, pengelolaan yang semakin profesional, dan manfaat ekonomi yang dapat dirasakan masyarakat Kadisoro secara berkelanjutan.