Nuswantara Film Produksi Dokumenter SIAR CAGAR, Rekam Potensi Sejarah dan Kebudayaan Gilangharjo
GILANGHARJO — Kekayaan sejarah, kebudayaan, serta kehidupan masyarakat Kalurahan Gilangharjo, Kapanewon Pandak, Kabupaten Bantul, kembali mendapat perhatian melalui produksi film dokumenter. Rumah produksi Nuswantara Film mengajukan permohonan izin sekaligus dukungan kepada Pemerintah Kalurahan Gilangharjo untuk melaksanakan produksi video dokumenter bertajuk “SIAR CAGAR”.
Produksi dokumenter tersebut diarahkan untuk merekam, mendokumentasikan, sekaligus memperkenalkan berbagai karya, pengetahuan, sejarah, dan potensi kebudayaan yang masih hidup di tengah masyarakat. Gilangharjo dipandang memiliki beragam sumber cerita yang tidak hanya berkaitan dengan peninggalan sejarah, tetapi juga dengan tradisi, ruang hidup, aktivitas warga, serta perkembangan kebudayaan yang terus berlangsung hingga saat ini.
Berdasarkan surat permohonan yang disampaikan Direktur Nuswantara Film, Defri Surya Wirawan, proses pengambilan gambar dan produksi dokumenter dijadwalkan berlangsung selama satu bulan, mulai 30 September hingga 31 Oktober 2026.
Sejumlah lokasi di wilayah Kalurahan Gilangharjo direncanakan menjadi bagian dari proses produksi. Di antaranya Radio Swaka, Situs Selo Gilang, Gunung Tambalan, serta kawasan permukiman dan lingkungan masyarakat. Tim produksi juga membuka kemungkinan pengambilan gambar di sejumlah lokasi lain yang dinilai relevan dengan kebutuhan cerita dokumenter.
Pemilihan lokasi tersebut menjadi bagian penting dalam membangun narasi “SIAR CAGAR”. Dokumentasi tidak hanya diarahkan untuk menampilkan sebuah tempat secara visual, tetapi juga menggali cerita, nilai, dan hubungan masyarakat dengan ruang-ruang yang ada di sekitarnya.
Radio Swaka, misalnya, menjadi salah satu titik yang menarik untuk menggali perjalanan komunikasi dan kehidupan masyarakat. Sementara Situs Selo Gilang dan Gunung Tambalan dapat menjadi pintu masuk untuk menelusuri jejak sejarah serta pengetahuan lokal yang berkembang di wilayah Gilangharjo.
Selain pengambilan gambar, tim Nuswantara Film juga melakukan wawancara dengan sejumlah narasumber. Pengelola Radio Swaka, warga masyarakat, serta unsur Pemerintah Kalurahan Gilangharjo menjadi bagian dari sumber informasi yang akan memperkaya materi dokumenter.
Wawancara dengan unsur pemerintah kalurahan secara khusus diarahkan untuk menggali berbagai informasi mengenai sejarah wilayah, perkembangan kebudayaan, potensi lokal, hingga dinamika kehidupan masyarakat Gilangharjo. Pendekatan tersebut diharapkan dapat menghadirkan dokumentasi yang tidak hanya bersifat visual, tetapi juga memiliki konteks dan informasi yang kuat.
Bagi Pemerintah Kalurahan Gilangharjo, kegiatan produksi dokumenter dapat menjadi salah satu bentuk upaya memperluas ruang pengenalan terhadap potensi wilayah. Dokumentasi melalui media audiovisual memungkinkan cerita mengenai sejarah dan kebudayaan lokal dapat menjangkau masyarakat yang lebih luas, sekaligus menjadi arsip yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan edukasi dan pengenalan potensi daerah.
Di tengah perkembangan media digital, dokumentasi semacam ini juga memiliki arti penting dalam menjaga keberlanjutan pengetahuan lokal. Berbagai cerita, tradisi, tempat bersejarah, maupun pengalaman warga yang selama ini berkembang secara lisan dapat direkam dalam bentuk audiovisual sehingga memiliki peluang untuk terus dipelajari oleh generasi berikutnya.
Nuswantara Film menyatakan komitmennya untuk melaksanakan seluruh tahapan produksi dengan tetap memperhatikan ketertiban, norma sosial, adat istiadat, serta kenyamanan masyarakat. Proses pengambilan gambar juga akan dikoordinasikan dengan pihak terkait agar kegiatan produksi dapat berjalan dengan baik tanpa mengganggu aktivitas warga.
Kehadiran tim produksi selama satu bulan di Gilangharjo diharapkan tidak hanya menghasilkan karya dokumenter, tetapi juga membuka ruang interaksi antara pelaku produksi dengan masyarakat. Melalui proses tersebut, berbagai cerita dan perspektif lokal dapat menjadi bagian penting dalam membangun narasi tentang Gilangharjo.
“SIAR CAGAR” pada akhirnya tidak sekadar merekam tempat, melainkan berupaya menangkap keterhubungan antara ruang, sejarah, kebudayaan, dan masyarakat yang menjadikan Gilangharjo memiliki karakter serta identitasnya sendiri.
Dengan adanya produksi tersebut, berbagai potensi lokal yang selama ini tumbuh di tengah masyarakat diharapkan semakin dikenal sekaligus terdokumentasikan sebagai bagian dari kekayaan sejarah dan kebudayaan Kalurahan Gilangharjo.