Dewi KAJII Kadisoro Raih Juara II Lomba Desa Wisata DIY 2026, Bawa Nama Gilangharjo ke Tingkat Provinsi

01 Oktober 2026
Administrator
Dibaca 5 Kali
Dewi KAJII Kadisoro Raih Juara II Lomba Desa Wisata DIY 2026, Bawa Nama Gilangharjo ke Tingkat Provinsi

GILANGHARJO – Prestasi membanggakan diraih Desa Wisata Kadisoro Nyawiji (Dewi KAJII) yang berada di Padukuhan Kadisoro, Kalurahan Gilangharjo, Kapanewon Pandak, Kabupaten Bantul. Dewi KAJII berhasil meraih Juara II Lomba Desa/Kampung Wisata Tingkat Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Tahun 2026, sekaligus membawa nama Kalurahan Gilangharjo dalam jajaran desa wisata berprestasi di tingkat provinsi.

Penghargaan tersebut diserahkan dalam acara penganugerahan Lomba Desa/Kampung Wisata DIY 2026 yang berlangsung di Hotel Grand Rohan, Banguntapan, Bantul, pada Selasa (22/9/2026). Penghargaan diserahkan langsung oleh Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X. Dalam ajang tersebut, Dewi KAJII menempati posisi kedua setelah Desa Wisata Sidorejo, Kalurahan Sidorejo, Kapanewon Lendah, Kabupaten Kulon Progo.

Capaian tersebut menjadi catatan penting bagi Kalurahan Gilangharjo karena Dewi KAJII mampu membawa potensi lokal Kadisoro bersaing dalam penilaian desa wisata di tingkat DIY. Prestasi tersebut juga menjadi hasil dari proses panjang pengembangan wisata yang melibatkan masyarakat, pengelola desa wisata, pelaku UMKM, kelompok seni, pelaku usaha ikan hias, serta berbagai unsur pendukung lainnya.

Dewi KAJII selama ini berkembang dengan mengangkat kekuatan potensi masyarakat Kadisoro sebagai bagian utama dari pengalaman wisata. Salah satu identitas yang menonjol adalah sentra edukasi dan budidaya ikan hias yang tidak hanya menjadi potensi ekonomi warga, tetapi juga dikembangkan sebagai atraksi wisata edukatif yang memungkinkan pengunjung mengenal secara langsung proses budidaya ikan hias di lingkungan masyarakat.

Selain potensi ikan hias, Dewi KAJII menawarkan beragam pengalaman wisata berbasis kehidupan pedesaan. Paket wisata seperti Sobo Sawah dan Sobo Situs menjadi bagian dari upaya memperkenalkan lanskap, aktivitas masyarakat, serta kekayaan budaya dan sejarah yang berada di wilayah Kadisoro dan sekitarnya.

Pengembangan tersebut diperkuat dengan keterlibatan langsung masyarakat. Konsep Community Based Tourism (CBT) menjadi salah satu fondasi dalam pengelolaan Dewi KAJII, dengan masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga terlibat dalam penyelenggaraan dan pengembangan aktivitas wisata.

Sebelum penilaian berlangsung, pengelola Dewi KAJII melakukan berbagai persiapan, termasuk pemantapan kelembagaan, pembenahan lokasi, simulasi penyambutan, hingga penataan alur kunjungan. Pada 6–7 Juli 2026, tim juri bahkan mengikuti rangkaian aktivitas seperti wisatawan untuk merasakan langsung pengalaman yang ditawarkan Dewi KAJII, mulai dari penyambutan, atraksi, pelayanan, hingga potensi ekonomi masyarakat.

Pendekatan penilaian tersebut membuat keberhasilan Dewi KAJII tidak semata-mata ditentukan oleh keberadaan destinasi, tetapi juga oleh bagaimana masyarakat mengelola potensi lokal menjadi pengalaman wisata yang terintegrasi. Keterlibatan kelompok masyarakat, pelaku UMKM, pemandu wisata, kelompok seni, hingga pelaku usaha ikan hias menjadi bagian dari ekosistem wisata yang dibangun di Kadisoro.

Dalam penyerahan penghargaan tersebut, Bupati Bantul Abdul Halim Muslih menyampaikan apresiasi kepada dua desa wisata Bantul yang memperoleh penghargaan dalam ajang tingkat DIY. Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil dari usaha masyarakat yang aktif menjalankan konsep Community Based Tourism dan diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi pengembangan desa wisata lainnya di Kabupaten Bantul.

Sementara itu, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menekankan bahwa lomba desa dan kampung wisata bukan semata-mata kompetisi untuk menentukan pemenang. Ajang tersebut menjadi instrumen pembelajaran dan evaluasi bersama mengenai bagaimana masyarakat mengelola potensi lokal, menjaga lingkungan dan budaya, sekaligus memastikan manfaat pariwisata dapat kembali kepada masyarakat.

Dalam perspektif tersebut, capaian Dewi KAJII menjadi bagian dari perjalanan pengembangan pariwisata berbasis masyarakat di Kalurahan Gilangharjo. Penghargaan Juara II tingkat DIY bukan menjadi titik akhir, melainkan menjadi momentum untuk terus memperkuat kelembagaan, meningkatkan kualitas pelayanan wisata, mengembangkan atraksi berbasis potensi lokal, serta memperluas manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Bagi Gilangharjo, keberhasilan Dewi KAJII juga menunjukkan bahwa potensi yang tumbuh dari tingkat padukuhan dapat berkembang menjadi kekuatan wisata kalurahan ketika dikelola secara bersama. Kadisoro dengan kekayaan potensi ikan hias, pertanian, budaya, sejarah, kuliner, UMKM, serta aktivitas masyarakatnya menjadi salah satu bagian penting dari identitas wisata Kalurahan Gilangharjo.

Prestasi tersebut sekaligus menambah catatan perjalanan Dewi KAJII dalam memperkenalkan Kadisoro dan Kalurahan Gilangharjo kepada masyarakat yang lebih luas. Dengan semangat “Nyawiji”, pengembangan desa wisata diharapkan terus bertumpu pada kekuatan masyarakat, potensi lokal, budaya, serta keberlanjutan lingkungan sehingga pariwisata tidak hanya menghadirkan kunjungan, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi warga.

Capaian Juara II Lomba Desa/Kampung Wisata DIY 2026 menjadi kebanggaan bagi masyarakat Kadisoro dan Kalurahan Gilangharjo sekaligus menjadi dorongan untuk terus bergerak, belajar, dan mengembangkan potensi wisata secara berkelanjutan.