Balai Budaya Gilangharjo Dimanfaatkan SMP Negeri 3 Pandak untuk Persiapan Lomba Karawitan

01 Oktober 2026
Administrator
Dibaca 6 Kali
Balai Budaya Gilangharjo Dimanfaatkan SMP Negeri 3 Pandak untuk Persiapan Lomba Karawitan

GILANGHARJO – Balai Budaya Gilangharjo kembali dimanfaatkan sebagai ruang kegiatan seni dan budaya. Pada Jumat (26/9/2026), SMP Negeri 3 Pandak menggunakan fasilitas tersebut untuk melaksanakan latihan dan persiapan menghadapi Lomba Karawitan tingkat SMP se-Kabupaten Bantul yang akan digelar pada Oktober 2026 mendatang.

Latihan diikuti para siswa yang tergabung dalam tim karawitan SMP Negeri 3 Pandak bersama pelatih. Sejumlah materi karawitan dipersiapkan secara intensif, mulai dari permainan instrumen gamelan, kekompakan antarpenabuh, hingga penataan penyajian sebagai bagian dari persiapan menuju perlombaan.

Pemilihan Balai Budaya Gilangharjo sebagai lokasi latihan memberikan suasana berbeda bagi para siswa. Ruang budaya yang representatif serta fasilitas pendukung kesenian yang tersedia dimanfaatkan untuk menciptakan proses latihan yang lebih nyaman sekaligus mendekatkan siswa dengan lingkungan seni tradisional.

Pelatih karawitan, Gilang Priyambodo, mengatakan pemanfaatan fasilitas milik Kalurahan Gilangharjo menjadi salah satu upaya untuk memberikan suasana latihan yang lebih baik kepada para siswa. Menurutnya, kelengkapan fasilitas yang tersedia dapat menjadi pendukung agar siswa lebih bersemangat dalam mempersiapkan diri menghadapi perlombaan.

“Kami memanfaatkan fasilitas yang ada di Kalurahan Gilangharjo karena cukup lengkap untuk mendukung latihan karawitan. Tempatnya juga representatif, sehingga anak-anak lebih nyaman dan semangat dalam berlatih. Harapannya, mereka bisa lebih fokus mempersiapkan penampilan untuk lomba Oktober nanti,” ujar Gilang.

Menurut Gilang, latihan tidak hanya diarahkan pada kemampuan teknis memainkan gamelan, tetapi juga membangun kekompakan dan rasa percaya diri siswa. Karawitan sebagai seni musik kelompok membutuhkan kerja sama antarpemain agar setiap instrumen dapat menghasilkan sajian yang harmonis.

Pemanfaatan Balai Budaya Gilangharjo oleh sekolah juga menjadi bagian dari fungsi ruang budaya tersebut sebagai fasilitas publik yang dapat mendukung kegiatan pendidikan dan pelestarian kebudayaan. Keberadaan ruang yang dekat dengan aktivitas masyarakat diharapkan membuka akses lebih luas bagi generasi muda untuk mengenal, mempelajari, dan mengembangkan seni tradisional.

Bagi SMP Negeri 3 Pandak, latihan di Balai Budaya Gilangharjo menjadi salah satu tahapan dalam mematangkan persiapan sebelum mengikuti kompetisi tingkat kabupaten. Waktu yang tersedia hingga Oktober akan dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas permainan sekaligus membangun kesiapan mental para siswa.

Sementara bagi Kalurahan Gilangharjo, penggunaan Balai Budaya oleh institusi pendidikan menjadi salah satu contoh pemanfaatan fasilitas kebudayaan secara langsung. Ruang tersebut tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyelenggaraan agenda budaya, tetapi juga dapat menjadi ruang belajar dan berlatih bagi generasi muda.

Dengan semakin seringnya fasilitas budaya digunakan untuk kegiatan pendidikan dan seni, Balai Budaya Gilangharjo diharapkan dapat terus hidup sebagai ruang kebudayaan yang terbuka, produktif, dan memberikan manfaat bagi masyarakat maupun lingkungan pendidikan di sekitarnya.