Pementasan Sendratari Tumuruning Wahyu Mataram Memukau Pengunjung Gelar Potensi Kalurahan Budaya 2025

03 Januari 2026
Wartawan Kalurahan
Dibaca 2 Kali
Pementasan Sendratari Tumuruning Wahyu Mataram Memukau Pengunjung Gelar Potensi Kalurahan Budaya 2025

Yogyakarta, Pementasan sendratari Tumuruning Wahyu Mataram sukses digelar dalam rangka Gelar Potensi Kalurahan Budaya yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Pertunjukan ini dilaksanakan pada Minggu, 7 Desember 2025, bertempat di kompleks GOR Among Rogo, Yogyakarta, dan menjadi salah satu sajian seni yang menyita perhatian pengunjung.

Sendratari Tumuruning Wahyu Mataram mengisahkan perjalanan spiritual seorang tokoh dalam pencarian jati diri melalui laku tapa di Petilasan Selo Gilang, sebuah situs sakral yang berada di wilayah Lipuro, Kalurahan Gilangharjo. Petilasan ini diyakini sebagai titik penting dalam tradisi perjalanan Wahyu Mataram, yang dalam budaya Jawa dimaknai sebagai simbol legitimasi kepemimpinan serta restu para leluhur.

Dalam alur cerita, tokoh utama Danang Sutawijaya digambarkan tengah menempuh perjalanan batin yang penuh tantangan. Ia menghadapi berbagai godaan, rintangan spiritual, serta pergulatan antara kehendak duniawi dan panggilan jiwa. Proses pencarian tersebut diiringi dengan kehadiran simbol-simbol leluhur, petuah-petuah bijak, serta tanda-tanda alam yang menjadi penuntun dalam laku spiritualnya. Melalui tahapan tersebut, Danang Sutawijaya perlahan menemukan kejernihan hati dan keteguhan batin.

Puncak cerita ditandai dengan turunnya wahyu sebagai simbol diterimanya amanah besar untuk memimpin. Wahyu Mataram dimaknai sebagai restu luhur yang mengandung tanggung jawab untuk membawa ketenteraman, menjaga keseimbangan hidup, serta mengayomi masyarakat. Adegan ini menjadi klimaks yang sarat makna filosofis dan spiritual.

Pertunjukan sendratari ini memadukan unsur tari, iringan musik tradisional, serta visualisasi simbol-simbol budaya Jawa yang kuat. Alur dramatik disusun secara mendalam untuk menggambarkan proses transformasi jiwa dari seorang pencari menuju sosok pemimpin yang diridai. Nilai-nilai keikhlasan, keteguhan hati, serta keselarasan antara manusia dan alam menjadi pesan utama yang disampaikan, sekaligus relevan dengan kehidupan masyarakat masa kini.

Melalui pementasan Tumuruning Wahyu Mataram, Gelar Potensi Kalurahan Budaya tidak hanya menjadi ajang promosi seni pertunjukan, tetapi juga ruang refleksi nilai-nilai luhur budaya Jawa yang terus hidup dan diwariskan dari generasi ke generasi.