Penyuluhan Ternak Sehat Mahasiswa UNISA Yogyakarta di Jodog: Kangkung Kering sebagai Solusi Pakan Alternatif

27 November 2025
Wartawan Kalurahan
Dibaca 68 Kali
Penyuluhan Ternak Sehat Mahasiswa UNISA Yogyakarta di Jodog: Kangkung Kering sebagai Solusi Pakan Alternatif

Gilangharjo, Program penyuluhan ternak sehat yang digagas oleh mahasiswa Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta dilaksanakan pada Rabu 26 November 2025, bertempat di Limasan Sasana Sasmaya Aji, Jodog RT 4, Gilangharjo. Kegiatan ini menghadirkan narasumber drh. Eka Setya Haryana dari Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Pandak, serta dihadiri oleh Lurah Gilangharjo, ketua dan anggota Kelompok Ternak Kawindra Jodog, dan warga sekitar yang memiliki minat terhadap pengembangan peternakan kambing.

Dalam usaha peternakan, terutama kambing, ketersediaan hijauan segar sering menjadi masalah yang tidak stabil. Pada musim kemarau, produksi tanaman hijauan cenderung menurun sehingga memengaruhi kesehatan dan produktivitas ternak. Sebagai ruminansia, kambing membutuhkan pakan berserat yang cukup untuk menjaga fungsi rumen tetap optimal. Ketika pasokan hijauan menurun, peternak kerap mengalami kesulitan dalam menjaga performa ternaknya.

Di sisi lain, kangkung merupakan tanaman yang mudah dibudidayakan, cepat tumbuh, dan tersedia melimpah di berbagai wilayah. Melalui proses pengeringan, kangkung dapat disimpan lebih lama sehingga dapat menjadi cadangan pakan alternatif saat hijauan segar sulit diperoleh. Potensi ini menjadi salah satu solusi yang dibahas dalam kegiatan penyuluhan.

Dalam penyampaiannya, drh. Eka Setya Haryana menekankan bahwa kangkung yang dilayukan maupun dikeringkan dapat menjadi pilihan pakan alternatif yang aman dan bernilai nutrisi cukup baik bagi kambing. Pemberian kangkung yang sudah dilayukan dapat membantu mengurangi risiko kembung, sekaligus memudahkan ternak dalam mencerna.

Narasumber juga menjelaskan bahwa kangkung kering memiliki beberapa keunggulan:

  • Ekonomis dan mudah diperoleh

  • Proses pembuatan sederhana, hanya melalui penjemuran tanpa teknologi khusus

  • Dapat diproduksi oleh peternak skala kecil hingga besar

  • Daya simpan lebih lama, sehingga dapat menjadi stok pakan saat musim kemarau

Dengan ketersediaan kangkung yang melimpah dan proses produksi yang mudah, pengolahan kangkung kering dinilai sangat potensial untuk menjaga kontinuitas pasokan pakan sepanjang tahun.

Kegiatan penyuluhan berlangsung interaktif, dengan sejumlah pertanyaan seputar pakan, kesehatan ternak, dan manajemen kandang. Kehadiran mahasiswa UNISA Yogyakarta dalam program ini sekaligus menunjukkan kontribusi pendidikan tinggi terhadap masyarakat, khususnya dalam peningkatan kapasitas peternak.

Lurah Gilangharjo dalam sambutannya menyampaikan apresiasi terhadap program yang memberikan wawasan praktis bagi peternak Kawindra Jodog. Ia berharap inovasi seperti pemanfaatan kangkung kering dapat mendorong kemandirian pakan, sehingga peternak tidak lagi bergantung sepenuhnya pada hijauan segar yang fluktuatif.