Penyerahan Hasil Panen Domba Program Ketapang: Kelompok Kawindra Terima Pembagian Keuntungan Periode Pertama

26 November 2025
Wartawan Kalurahan
Dibaca 56 Kali
Penyerahan Hasil Panen Domba Program Ketapang: Kelompok Kawindra Terima Pembagian Keuntungan Periode Pertama

Program Ketahanan Pangan (Ketapang) Bumkal Gilangharjo kembali memasuki tahap penting dengan dilaksanakannya penyerahan uang hasil panen domba kepada Kelompok Ternak Domba Kawindra. Acara ini berlangsung pada Minggu malam, 23 November 2025, di Pendapa Sasana Samaya Aji, Jodog RT 4 Gilangharjo.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Lurah Gilangharjo, jajaran pengurus Bumkal Gilangharjo, serta penyuluh BPP Pandak, drh. Eka Setya Haryana. Selain proses penyerahan hasil panen, acara juga diisi dengan sesi evaluasi pemeliharaan oleh drh. Eka.

Dalam evaluasinya, drh. Eka menyampaikan bahwa pertumbuhan domba pada periode pertama ini terbilang cukup baik. Rata-rata domba milik peternak mengalami pertambahan bobot daging sekitar 8–9 kg per ekor selama 75 hari pemeliharaan. Secara teknis, angka tersebut masuk kategori standar dalam dunia peternakan domba.

Namun, mengingat ini merupakan periode pertama sekaligus pengalaman perdana bagi sebagian besar peternak, capaian ini dianggap sangat positif. Evaluasi ini sekaligus menjadi bahan perbaikan untuk periode berikutnya.

Ke depan, target pertumbuhan daging ditetapkan minimal 10 kg per ekor agar keuntungan yang diterima peternak semakin optimal dan berdampak lebih besar bagi ekonomi keluarga.

Penyerahan uang hasil panen dilakukan oleh pelaksana unit Ketapang Bumkal Gilangharjo dan diterima secara simbolis oleh Ketua Kelompok Kawindra. Selanjutnya, hasil tersebut langsung dibagikan kepada seluruh anggota kelompok sesuai data dan perhitungan yang telah disusun Bumkal.

Dari pendapatan bersih panen periode pertama ini, pembagian hasil dilakukan dengan skema:
70% untuk peternak, dibagikan berdasarkan jumlah domba dan pertumbuhan masing-masing,
30% untuk Bumkal, yang nantinya dipecah untuk kebutuhan operasional Bumkal dan kontribusi bagi PAD Kalurahan Gilangharjo.

Model pembagian ini dipandang sebagai skema yang adil dan berkelanjutan, sekaligus memastikan bahwa program Ketapang tidak hanya menguntungkan peternak, tetapi juga mendukung pembangunan kalurahan.

Melalui penyerahan hasil panen dan evaluasi menyeluruh ini, Program Ketapang Bumkal Gilangharjo menunjukkan bahwa kolaborasi antara kelompok ternak, pemerintah kalurahan, penyuluh, dan Bumkal mampu menghasilkan dampak ekonomi yang nyata.

Dengan perbaikan manajemen pakan, kesehatan ternak, dan sistem pemeliharaan, periode berikutnya diharapkan dapat melampaui capaian perdana ini dan semakin memperkuat peternakan domba sebagai salah satu pilar ketahanan pangan di Gilangharjo.