Hari 2 : Pelatihan Budidaya Ikan Hias Dewi Kajii Kadisoro Penguatan Potensi Lokal dan Transfer Ilmu dari Praktisi Senior

23 November 2025
Wartawan Kalurahan
Dibaca 60 Kali
Hari 2 : Pelatihan Budidaya Ikan Hias Dewi Kajii Kadisoro Penguatan Potensi Lokal dan Transfer Ilmu dari Praktisi Senior

Gilangharjo, Pemerintah Kalurahan Gilangharjo kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong kemandirian ekonomi warga melalui pelatihan budidaya ikan hias yang berlangsung di Meeting Point Dewi Kajii, Kadisoro RT 3, pada 22–23 November 2025. Kegiatan ini terselenggara melalui dukungan Dana Keistimewaan DIY dan menghadirkan narasumber dari potensi lokal Kadisoro yang telah berpengalaman sebagai pelaku usaha sekaligus eksportir ikan hias.

Pelatihan ini menjadi ruang penting bagi warga untuk meningkatkan keterampilan, memperluas wawasan, sekaligus mempersiapkan peluang usaha yang lebih menjanjikan di bidang perikanan hias.

Pada hari kedua, peserta mendapatkan kesempatan belajar langsung dari Laras Ismayadi—sosok pionir budidaya ikan hias di Kadisoro. Laras, yang akrab disapa Yadi, telah menekuni dunia ikan hias selama 32 tahun. Berawal dari usaha kecil, ia kini menjadi salah satu pembudidaya yang mampu memproduksi sekaligus memasarkan ikan hiasnya secara mandiri.

Dalam sesi yang berlangsung akrab, Yadi membagikan perjalanan panjangnya menekuni usaha ikan hias. Ia bercerita bagaimana di awal tahun-tahun merintis, ia harus mencari ilmu hingga ke berbagai kota seperti Jakarta, Surabaya, Klaten, Solo dan sekitarnya untuk belajar teknik budidaya dan memahami karakter pasar. Semangat belajarnya itu menjadi pondasi hingga ia bisa mengembangkan usaha sebesar saat ini.

Karena berasal dari lingkungan yang sama dengan para peserta, sesi pelatihan terasa seperti diskusi aktif yang penuh keterbukaan. Yadi menjawab setiap pertanyaan tanpa batas, membagikan ilmu dan pengalamannya selama puluhan tahun secara cuma-cuma. Baginya, keberhasilan pelaku ikan hias di Kadisoro dan sekitarnya adalah hal yang membahagiakan, sekaligus cara menjaga rantai ekonomi agar tetap berputar di masyarakat.

Kedua narasumber lokal yang dihadirkan—baik hari pertama maupun kedua—mewakili wajah nyata pelaku usaha ikan hias di Kadisoro yang telah menembus pasar nasional dan internasional. Keberadaan mereka memudahkan peserta menggali pertanyaan, memahami konteks sosial setempat, dan mendapatkan ilmu yang benar-benar relevan dengan kondisi lapangan.

Pelatihan ini tidak berhenti pada teori. Pemerintah Kalurahan Gilangharjo juga akan menghibahkan kolam GRC produk lokal Gilangharjo untuk seluruh peserta, termasuk indukan ikan hias, agar mereka dapat langsung mempraktikkan ilmu yang diperoleh. Diharapkan, langkah ini menjadi titik awal munculnya pembudidaya baru yang mampu memperkuat ekosistem perikanan hias di Kadisoro.

Dengan semangat kolaborasi antara pemerintah kalurahan, pelaku usaha lokal, dan masyarakat, budidaya ikan hias di Gilangharjo diharapkan terus berkembang sebagai sektor strategis yang mampu meningkatkan ekonomi warga dan memperkuat potensi desa wisata berbasis kreativitas lokal.