Panen Perdana Program Ketapang: Kelompok Domba Kawindra dan Bumkal Gilangharjo Raih Hasil Membanggakan
Gilangharjo, Program Ketahanan Pangan (Ketapang) bidang peternakan di Kalurahan Gilangharjo memasuki tahap penting dengan dilaksanakannya panen domba perdana oleh Kelompok Domba Kawindra yang bekerja sama dengan Bumkal Gilangharjo. Kegiatan panen berlangsung pada Kamis pagi, 20 November 2025, bertempat di halaman Pendapa Sasana Samaya Aji, Jodog RT 4 Gilangharjo.
Panen ini dihadiri oleh seluruh anggota kelompok domba, jajaran pengurus Bumkal Gilangharjo, Lurah Gilangharjo, pendamping desa Kapanewon Pandak Suhadi S.Sos., serta perwakilan dari Dinas PMK Bantul, Hj. Riyaningsih, S.E.,
Sebagai periode pertama sekaligus pemeliharaan perdana sejak program Ketapang diluncurkan, panen domba ini mencatatkan hasil yang sangat menggembirakan. Sebanyak 60 ekor domba yang dibudidayakan oleh 11 peternak anggota Kelompok Kawindra menghasilkan total 1.428,6 kg daging.
Hasil ini menjadi sinyal kuat bahwa model kerja sama peternakan antara kelompok domba dan Bumkal Gilangharjo berjalan dengan efektif. Bahkan, berdasarkan kalkulasi kasar saat panen, hampir seluruh peternak mendapatkan keuntungan dari pemeliharaan perdana ini.
Bagi Bumkal Gilangharjo, capaian ini merupakan langkah maju yang penting—bukan hanya karena berhasil di periode pertama, tetapi juga karena ini adalah program perdana yang langsung menunjukkan hasil nyata.
Dalam kesempatan tersebut, Hj. Riyaningsih, S.E., Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Kabupaten Bantul dari Dinas PMK Bantul menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Kelompok Domba Kawindra dan Pemerintah Kalurahan Gilangharjo. Menurutnya, Gilangharjo menjadi kalurahan pertama yang berhasil menjalankan program Ketapang bidang peternakan dengan hasil yang terukur dan berdampak.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan ini tidak hanya memberi manfaat bagi peternak, tetapi juga menciptakan perputaran ekonomi yang lebih luas. Dampaknya dirasakan oleh peternak, Bumkal, hingga bakul domba yang terlibat sebagai mitra penjualan. Sinergi ini diharapkan dapat terus diperkuat dan diperluas sehingga manfaat program Ketapang bisa dirasakan oleh lebih banyak warga Gilangharjo ke depan.
Panen perdana ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan program Ketapang di Gilangharjo. Keberhasilan kelompok domba Kawindra menunjukkan bahwa ketika peternak, pemerintah kalurahan, dan Bumkal berjalan dalam satu irama, hasilnya dapat langsung dirasakan secara nyata.
Dengan fondasi awal yang kuat, program peternakan ini diharapkan dapat berkembang lebih besar, lebih merata, dan menjadi salah satu sektor andalan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Gilangharjo.