Sosialisasi Identifikasi Gagal Panen di Demplot KWT Mugi Barokah: Analisis Kondisi Tanah dan Perawatan Tanaman

19 November 2025
Wartawan Kalurahan
Dibaca 74 Kali
Sosialisasi Identifikasi Gagal Panen di Demplot KWT Mugi Barokah: Analisis Kondisi Tanah dan Perawatan Tanaman

Gilangharjo, Demplot Kelompok Wanita Tani (KWT) Mugi Barokah Karanggede menjadi lokasi pelaksanaan kegiatan Sosialisasi Identifikasi Gagal Panen: Analisis Kondisi Tanah dan Perawatan Tanaman pada Rabu siang, 19 November 2025. Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan dari BPP Pandak, drh. Eka Setya Haryana selaku narasumber, serta diikuti oleh Dukuh Karanggede, ketua dan jajaran pengurus, serta seluruh anggota KWT Mugi Barokah Karanggede.

Sebelum sosialisasi berlangsung, tim penyelenggara melakukan observasi lapangan untuk mengetahui permasalahan yang dihadapi KWT dalam kegiatan budidaya mereka. Hasil observasi tersebut menemukan tiga permasalahan utama, yang berkaitan dengan kondisi tanah, teknik perawatan tanaman, dan faktor penghambat lain yang dapat memicu potensi gagal panen.

Temuan ini kemudian menjadi dasar penyusunan materi kegiatan, sehingga solusi yang diberikan dapat lebih tepat sasaran dan relevan dengan kebutuhan lapangan.

Kolaborasi dilakukan bersama BPP Pandak dengan menghadirkan narasumber teknis, drh. Eka Setya Haryana, untuk memberikan penjelasan mendalam terkait penyebab gagal panen serta langkah-langkah pencegahannya.

Dalam sesi pemaparan, drh. Eka, menjelaskan beberapa solusi terkait potensi gagal panen yang ditemukan saat observasi. Solusi pertama berfokus pada perbaikan kondisi tanah, yaitu dengan melakukan pengukuran pH secara berkala, menambah bahan organik, memperbaiki drainase, serta memanfaatkan mulsa untuk menjaga kelembapan tanah.

Selanjutnya, narasumber menekankan pentingnya pemupukan berimbang sesuai kebutuhan tanaman, termasuk penggunaan pupuk organik cair atau mikroorganisme lokal yang diberikan secara bertahap agar penyerapan nutrisi lebih optimal.

Pada aspek perawatan tanaman, anggota KWT diimbau menerapkan teknik perawatan yang tepat, seperti pemangkasan rutin, penyiraman sesuai kebutuhan, serta pengendalian gulma sejak dini. Untuk mencegah hama dan penyakit, drh. Eka menyarankan deteksi dini gejala serangan, penggunaan pestisida nabati, dan penerapan rotasi tanaman guna memutus siklus hama.

Selain itu, Ia juga mengingatkan pentingnya penyesuaian pola tanam dengan musim, termasuk pengaturan jarak tanam, pemilihan varietas yang adaptif, serta menentukan waktu tanam berdasarkan kondisi cuaca. Terakhir, narasumber mendorong peningkatan kapasitas anggota KWT melalui pencatatan sederhana aktivitas budidaya, pelatihan lanjutan, dan pendampingan berkelanjutan agar perbaikan dapat diterapkan secara konsisten.

Anggota KWT turut aktif berdiskusi, berbagi pengalaman, dan menyampaikan kendala yang mereka temui selama proses budidaya. Hal ini membuat sesi sosialisasi menjadi lebih hidup dan aplikatif.

Kegiatan ini diinisiasi oleh Disa Kartika Sari cs, yang merupakan mahasiswi Program Studi Administrasi Publik Universitas ‘Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta, sebagai bagian dari Implementasi Tugas Praktikum Mata Kuliah Pemberdayaan Masyarakat.

Disa menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan memberikan dampak langsung bagi masyarakat, khususnya KWT, dengan menghadirkan pendampingan teknis sesuai permasalahan nyata di lapangan. 

"Selanjutnya juga akan dilaksanakan pelatihan pembuatan media sosial serta dasar-dasar editing menggunakan smartphone yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan anggota KWT dalam mempromosikan kegiatan dan produk kelompok melalui platform digital dan akan berlanjut pada hari Minggu, 30 November, dengan agenda pembuatan tongsida/losida yang memanfaatkan sisa dapur dan bahan organik. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan keterampilan tambahan bagi anggota KWT dalam mengolah limbah menjadi produk bermanfaat." Terang Disa.

Rangkaian kegiatan sosialisasi yang sudah berjalan dan teragenda kedepan ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas anggota KWT Mugi Barokah dalam memahami kondisi lahan, memperbaiki pola perawatan tanaman, meminimalkan risiko gagal panen, meningkatkan kemampuan dalam mengikuti perkembangan digitalisasi, dan ketrampilan lainnya.